Alasan Airlangga Boyong 34 Ketua DPD I Golkar Temui Jokowi

POLITIK | 1 Juli 2019 19:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memboyong 34 Ketua DPD tingkat I Partai Golkar bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Bogor, Senin (1/7). Airlangga membantah pertemuan tertutup tersebut juga membahas hal politik.

Menurut Airlangga, pertemuan itu hanya silaturahmi antara Partai Golkar dengan Jokowi selaku presiden terpilih. Tak ada pembahasan soal jatah menteri dari Golkar. Pembahasan terkait kursi menteri akan dibahas dalam forum yang berbeda.

"Terkait dengan kementerian nanti akan dibahas lagi dalam forum yang tersendiri. Karena forum siang hari ini lebih kepada silaturahmi dan kami mengucapkan selamat kepada Bapak Presiden," kata Airlangga usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Senin (1/7).

Menteri Perindustrian itu mengaku belum ada pembahasan terkait pembentukan kabinet di periode selanjutnya. Airlangga menuturkan kehadiran para ketua DPD tersebut adalah bentuk komitmen mendukung Jokowi-Ma'ruf memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Dalam pertemuan itu, Airlangga menyebut bahwa Jokowi mengapresiasi capaian Partai Golkar yang mendapatkan 85 kursi di DPR. Oleh sebab itu, Jokowi ingin konsolidasi dan soliditas Partai Golkar dalam mengawal pemerintah lima tahun ke depan.

"Itu diapresiasi oleh bapak Presiden. Walaupun dari survei-survei yang beliau monitor itu banyak survei-survei itu menempatkan Partai Golkar itu sekitar 7 persen. Jadi hasilnya beliau mengatakan ini baik," katanya.

Adapun Ketua DPD I Golkar yang tampak hadir dalam pertemuan ini antara lain, Plt Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng, Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan Nurdin Halid. Selain itu, tampak pula Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily.

Reporter: Lizsa Egeham

Baca juga:
DPD Golkar Riau Lihat Ada Main Mata dalam Perebutan Kursi Ketua Umum
Airlangga Ajak Ketua DPD Golkar se-Indonesia Bertemu Jokowi di Istana
Tanggapi Rizal Mallarangeng, Golkar Kepri Sebut Dukungan ke Bamsoet Suara Arus Bawah
Alasan Golkar DKI Cabut Dukungan ke Bamsoet & Pilih Airlangga jadi Ketum Sekali Lagi
'Airlangga Nakhoda Golkar yang Kurang Piawai Membaca Arah Angin'

(mdk/noe)