Alasan Surya Paloh Keliling Rangkul Partai Oposisi

POLITIK | 9 November 2019 16:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Setelah ke PKS, Partai Nasdem berencana menjadwalkan kunjungan ke PAN dan Partai Demokrat dalam waktu dekat. Hanya saja, sejumlah pihak menilai itu sebagai bentuk safari politik.

Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menyampaikan, pihaknya belum berpikir jauh soal pembentukan poros baru koalisi.

"Kami tidak ingin dianggap nanti ini adalah safari politik, digoreng lagi, di framing lagi. Kami ingin bangsa ini ke depan saling berangkulan, jangan mau diobok-obok dengan SARA, hoaks, dan fitnah, saling curiga mencurigai, rugilah bangsa ini kalau itu dilakukan tiap hari," tutur Irma di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11).

Irma menyebut, hal terpenting yang mesti diperhatikan saat ini bagaimana membangun persatuan agar memajukan kesejahteraan di Indonesia.

"Gimana mau menyaingi Malaysia, Singapura, kalau di dalam nggak akur, selalu curiga mencurigai dalam kepala. Yang harus dibangun adalah kesolidan kita semua untuk membangun bangsa ke depan agar lebih baik," jelas dia.

Lebih lanjut, empat program utama Presiden Joko Widodo atau Jokowi yakni Kartu Sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan SDM Premium, sangat mumpuni memajukan bangsa.

"Bayangkan empat program Jokowi itu sangat komprehensif loh satu dengan yang lain. Kalau nggak didukung menteri-menteri yang konsolidatif, koordinatif, maka nggak mungkin bisa dicapai," katanya.

Reporter: Nanda Perdana

Baca juga:
Surya Paloh: Pikiran Besar Harus Ditawarkan, Bukan yang Introvert
Istana Tanggapi Jokowi-Paloh Saling Sindir: Itu Humor Persahabatan
Sebut Tak Niat Sindir PDIP, Surya Paloh Bilang 'Salah Lagi Kita'
Nasdem: Kami Tak Punya Pengalaman Mengkhianati Partner
PPP soal Surya Paloh: Pak Jokowi Hanya Bertanya Sambil Bergurau, Tak Perlu Reaktif
Pernyataan Surya Paloh Sindir Presiden Jokowi?

(mdk/rhm)