Andi Arief Sebut Selama ini SBY dan Megawati Tetap Berkomunikasi

POLITIK | 3 Juni 2019 16:57 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief tak terkejut melihat kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat upacara pemakaman istri Presiden RI ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, kemarin. Menurutnya, ini menunjukkan komunikasi antara Megawati dan SBY selama ini berlangsung baik.

"Ibu megawati dan Pak SBY ini hubungannya biasa-biasa saja dan tak ada dekat penghalang. Selama ini komunikasi baik langsung maupun tak langsung dilakukan," kata Andi di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6).

Andi memahami bila selama ini ada kesan tidak harmonis antara Partai Demokrat dan PDIP sejak tahun 2004 hingga 2014 lantaran beda sikap politik. Sehingga aroma antara penguasa dan oposisi masih tercium hingga sekarang.

"Sekarang kan 2019 sudah set up semua di set up baru sehingga oposisi dengan yang berkuasa bisa menjadi satu. Yang dulunya mungkin saja berkuasa bisa menjadi oposisi," tuturnya.

Menurutnya, sudah kehendak sejarah keduanya saling bertemu untuk merajut kembali hubungan baru dalam politik. Dia berharap para elit politik memberikan contoh yang baik untuk generasi penerus.

"Ibu Mega kan memang orang yang keras tapi memiliki prinsip dan ternyata ada tanda-tanda baik. Ada setitik sinar di kalibata yang bagus buat bangsa, buat semua," kata Andi.

"Karena Pak SBY, Bu Mega, Pak Habibie tokoh-tokoh tua di partai lain bisa dikatakan dalam usia sun set, dalam artian karena usia, sehingga dalam politik mereka pelan-pelan berkurang. Ini contoh bagi generasi muda," tambahnya.

Baca juga:
Wapres JK Puji Ani Yudhoyono Sosok Ibu yang Hebat
VIDEO: Mengenang Ani Yudhoyono, Dampingi SBY Hingga Akhir Hayat
Kunjungi SBY di Cikeas, Prabowo Sempat Laporkan Gugatan di MK
Prabowo Kenang Ani Yudhoyono Sosok Istri Hebat dan Cerdas
Prabowo Temui SBY di Cikeas, Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Ani Yudhoyono
Perjumpaan Mega dan SBY Beri Gambaran Kesejukan dan Keteduhan Politik

(mdk/noe)