Andi Arief Tak Ingin Berpolemik Soal AHY Gagal Jadi Menteri Akibat Mega

POLITIK | 29 Oktober 2019 13:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut Agus Harimurti Yudhoyono gagal menjadi menteri karena dendam lama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri terhadap Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. PDIP pun sudah membantah tudingan itu.

Andi mengatakan, sebenarnya tak ingin berbuat polemik. Dirinya menuturkan, hanya menceritakan keadaan.

"Saya enggak bermaksud membuat polemik. Saya hanya cerita keadaan," kata Andi, Selasa (29/10).

Disinggung ucapannya hanya asumsi atau fakta, Andi tak ingin membahas lebih jauh. "Serba salah ya, bicara yang benar," tukasnya.

Sebelumnya, Andi merasa penolakan terhadap AHY ada peran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Keresahan itu diungkapkan dalam unggahan melalui media sosial Twitter. Menurut dia, dendam lama antar SBY dan Megawati dianggap sebagai pemicu. Alhasil wakil ketua umum Partai Demokrat itu dicoret dari daftar calon menteri.

"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupanya belum mampu," kata Andi, dikutip Sabtu pekan lalu.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
AHY Tak Masuk Kabinet Jokowi, Demokrat Irit Bicara Soal Sikap Politik
Soal AHY Tak Masuk di Kabinet, PDIP Tegaskan Menteri Hak Prerogatif Presiden
Waketum Demokrat Tepis Isu AHY Gagal Jadi Menteri Karena Dendam Mega ke SBY
PDIP, Demokrat dan PAN Belum Serahkan AKD ke Pimpinan DPR
Puan Tepis Tudingan Soal AHY Gagal Jadi Menteri Akibat Dendam Mega ke SBY
Nama AHY Hilang, Demokrat Meradang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.