Anggota DPR dari PKB Potong Gaji Bantu Pekerja Harian Terdampak Virus Corona

Anggota DPR dari PKB Potong Gaji Bantu Pekerja Harian Terdampak Virus Corona
POLITIK | 31 Maret 2020 21:50 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR sepakat memotong gaji seluruh anggotanya untuk digunakan sebagai jaring pengaman sosial (social safety net) bagi masyarakat terdampak virus Corona atau Covid-19. Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi dengan Ketum Muhaimin Iskandar.

"Dari rapat koordinasi yang dipimpin Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin Iskandar secara daring, seluruh legislator PKB di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten kota berkomitmen untuk memberikan sebagian gajinya untuk percepatan penanggulangan wabah Covid-19 di Tanah Air. Salah satunya untuk social safety net bagi pekerja harian yang kehilangan mata pencarian," kata Cucun kepada wartawan, Selasa (31/3).

Tidak hanya potong gaji, sejumlah kegiatan seperti reses atau kunjungan ke daerah pemilihan juga difokuskan untuk membantu masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. "Semua untuk membantu social safety net," tuturnya.

Cucun menilai saat ini wabah Covid-19 telah memberikan dampak besar, utamanya bagi pekerja informal di Tanah Air. Kebijakan pembatasan sosial (social distancing) maupun physical distancing sangat berpengaruh kepada mereka yang menggantungkan sumber penghasilan harian.

"Mereka membutuhkan jaring pengaman sosial (social safety net) karena sebagian besar telah kehilangan sumber penghasilan. Kami berharap pemotongan gaji para legislator khususnya dari PKB bisa sedikit meringankan beban mereka," ujar dia.

Cucun mengatakan, penanggulangan pandemi corona membutuhkan kontribusi dari semua elemen bangsa. Menurutnya, proses penanggulangan wabah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Pemerintah, swasta, hingga masyarakat harus bekerjasama mengatasi masalah ini.

"Maka semua elemen bangsa harus memberikan sumbangsih baik dalam bentuk donasi atau sekadar berdiam diri di rumah," tegas Cucun.

Dia menambahkan, para anggota Fraksi PKB DPR dalam reses masa sidang ke-II telah melakukan sosialisasi bahaya corona di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Selain itu, anggota Fraksi PKB juga telah melakukan kegiatan pembagian masker, sosialisasi pentingnya cuci tangan, hingga kampanye social distancing.

"Ke depan kami akan kian masifkan berbagai kegiatan penanggulangan Covid-19 baik di dapil masing-masing maupun di seluruh wilayah Indonesia," terang dia.

1 dari 1 halaman

Arahan Ketum PKB

Sebelumnya, pernyataan sikap Fraksi PKB tersebut juga disampaikan Cucun dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 20192020 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3) kemarin.

Cucun mengusulkan agar anggota dewan rela menyisihkan gajinya untuk mendukung langkah pemerintah menangani Covid-19 ini.

Aksi tersebut dilakukan sesuai dengan instruksi Ketum Muhaimin Iskandar yang sebelumnya telah mengeluarkan 11 intruksi kepada seluruh kader PKB dalam menghadapi virus corona.

"Seluruh pengurus dan kader PKB di seluruh Indonesia, agar PKB berdiri terdepan bersama seluruh kekuatan bangsa untuk bergotongroyong menghadapi Covid-19 dan membantu semaksimal seluruh langkah dan kebijakan Presiden Jokowi dan Pemerintah Republik Indonesia," tutur Cak Imin.

Wakil Ketua DPR itu memerintahkan partainya untuk menurunkan tim medis untuk mengecek kesehatan warga yang memerlukan pengecekan dari rumah ke rumah. "Selanjutnya, setiap DPW dan DPC PKB menjadi posko hotline, menjadi pusat orang kontak minta pengecekan kesehatan dalam rangka tindakan preventif COVID-19," katanya.

Menurut dia, PKB menyediakan relawan medis membantu penyemprotan disinfektan ke rumah ke rumah atau daerah rentan. "Seluruh struktur partai mulai DPW hingga ranting (desa) melakukan pendataan dan mengedukasi masyarakat di sekitarnya terkait Corona meliputi bagaimana cara mencegah corona, baik melalui pamflet maupun bahan medsos disebarkan ke semua jaringan partai," ucapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga meminta agar program social safety net atau jaring pengaman sosial untuk melindungi pekerja informal dan harian di tengah wabah virus corona dipercepat.

Program tersebut diharapkan bisa melindungi perekonomian para pekerja tersebut dari pelemahan ekonomi akibat wabah virus Corona.

"Saya minta percepatan program social safety net dari pengaman sosial yang berikan perlindungan di sektor informal dan pekerja harian, dan program insentif ekonomi mikro kecil betul-betul segera dilaksanakan di lapangan," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas video conference, Senin (30/3). (mdk/ray)

Baca juga:
6 Mahasiswa di Kupang Demo Saat Pandemi Corona Dikenakan Pasal UU Karantina Kesehatan
DPR Bakal Kawal Distribusi Alat Pelindung Diri Bagi Tenaga Medis
Pendapatan Daerah Kota Bekasi Anjlok Imbas Pandemi Virus Corona
Imbas Covid-19, Calon Pengantin Bisa Mendaftar Pernikahan Lewat Online
Satu Pasien Positif Corona di DIY Sembuh

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami