Hot Issue

Anies Baswedan Sudah Layak Maju Pilpres 2024?

Anies Baswedan Sudah Layak Maju Pilpres 2024?
Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com
POLITIK | 23 Maret 2021 10:16 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Persentase Anies Baswedan dalam hasil survei calon Presiden Republik Indonesia 2024 mendapat peringkat tertinggi di kalangan anak muda. Nama Anies diurutan teratas mengalahkan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, Anies mendapatkan persentase tertinggi yaitu 15,2 persen dalam calon presiden untuk 2024 mendatang. Disusul Ganjar Pranowo 13,7 persen dan Ridwan Kamil 10,2 persen.

Sementara itu, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto mendapat suara masing-masing 9,8 persen dan 9,5 persen. Di posisi keenam ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 4,1 persen.

Moncernya nama Anies di kalangan anak muda mendapat beragam reaksi. Khususnya soal capaian mantan Mendikbud era Jokowi itu selama memimpin Jakarta hampir empat tahun ini.

Sudah layakkah Anies maju di Pilpres tiga tahun mendatang?

"Itu kapital bagus bagi Anies,namun sekmen anak mudanya perlu pendalaman yang lebih rinci," kata Ketua DPP PKS, Bukhori Yusuf kepada merdeka.com, Senin (22/3).

Dia juga menilai Anies berpotensi bisa memikat hati anak muda pada Pemilihan Presiden 2024. Namun Bukhori menggarisbawahi, peluang Anies akan tergantung pada partai politik pendukungnya nanti.

"Tergantung partai pendukung tetapi Anies berpeluang lebih besar," katanya.

Komentar keras diutarakan oleh PDIP. Nama Anies moncer dinilai karena kurangnya pemahaman politik terhadap para anak muda.

Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi PDIP, Pantas Nainggolan mengatakan, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa pendidikan politik bagi generasi Z masih sangat dibutuhkan.

Dia memahami mengapa mayoritas anak muda usia 17-21 tahun dalam survei tersebut memilih Anies sebagai calon pemimpin negara ini. Menurutnya, anak muda usia tersebut hanya mengenal Anies di panggung depannya saja.

"Hasil survei ini bisa menjadi pelajaran untuk anak muda. Jangan lihat covernya saja. Pilihan mereka masih didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan emosional," kata Pantas saat dihubungi merdeka.com, Senin (22/3).

Survei Indikator Politik dirilis pada hari Minggu, 21 Maret kemarin dan dilakukan pada 4-10 Maret 2021. Usia responden antara 17-21 tahun berjumlah 1.200 responden.

Survei ini menggunakan kontak telepon. Asumsi metode simpel random sampling, ukuran sampel 1.200 repsoden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pantas yakin, anak muda tersebut tidak mencari tahu betul-betul apa saja kebijakan yang Anies buat selama memimpin DKI Jakarta. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta itu pun berharap, generasi Z mau lebih aktif mencari tahu kinerja Anies, bukan hanya dari instagram pribadinya ataupun media sosial Pemprov DKI Jakarta saja.

"Saya yakin mereka belum mampu mencerna dan mencari tahu seluk-beluk kinerja Anies. Seperti anggaran dana yang dia keluarkan dalam setiap kebijakannya," kata Politisi dari fraksi PDIP itu.

Pantas kemudian menyinggung beberapa kebijakan Anies yang dianggap memboroskan anggaran Pemprov DKI. Seperti penyelenggaraan Formula E yang ditunda, namun telah menghabiskan anggaran hampir Rp 1 Triliun. Sebagai informasi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta baru saja menuntaskan audit penyelenggaraan Formula E di Jakarta.

Hasil audit tersebut mencatat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan pembayaran kepada FEO Ltd selaku promotor dan pemegang lisensi Formula E senilai 53 juta poundsterling Inggris atau setara Rp 983,31 miliar di tahun 2019-2020.

"Kalau kita lihat dalam perjalanannya, Gubernur DKI kan tidak bisa kerja, banyak gagalnya. Jadi yang mau saya dorong yaitu supaya kita bisa memberikan pendidikan politik yang baik ke generasi muda," ungkapnya.

Bagi Partai Demokrat, akan fokus meningkatkan elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Demokrat optimis sang ketua umum bisa mengalahkan elektabilitas Anies Baswedan.

Dalam survei tersebut terdapat 4,1 persen anak muda memilih AHY jadi presiden. Sementara itu 15,2 persen anak muda ingin Gubernur DKI Anies Baswedan jadi presiden.

"Kami tetap optimis masih terbuka jalan untuk meningkatkan dan mengejar ketertinggalan elektoral Mas Ketum AHY terhadap kompetitor lainnya," kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani dalam keterangan pers, Senin (22/3).

Baca Selanjutnya: Bagaimana Kinerja Anies di Jakarta?...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami