Baliho Disebut Ketinggalan Zaman, Golkar Nilai Semua Bentuk Kampanye Ada Manfaat

Baliho Disebut Ketinggalan Zaman, Golkar Nilai Semua Bentuk Kampanye Ada Manfaat
Baliho airlangga hartarto. ©2021 Merdeka.com/fikri faqih
NEWS | 20 Oktober 2021 08:58 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Politisi partai Golkar Melki Laka Lena menilai kampanye lewat baliho masih ada manfaatnya. Menurutnya, setiap media kampanye mempunyai sasaran.

Pernyataan Melki menanggapi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menilai kampanye lewat baliho sudah ketinggalan zaman. Mantan Wali Kota Bandung itu menyatakan masyarakat sekarang lebih melek teknologi dan mengonsumsi segala macam informasi lewat internet termasuk sosial media.

"Semua bentuk dan jenis kampanye ada manfaat dan pangsa pasarnya," kata Melki lewat pesan tertulis, Rabu (20/10).

Menurutnya, baliho merupakan salah satu cara berkampanye yang efektif. Begitu juga media sosial yang juga penting digunakan.

"Baliho salah satu bentuk kampanye yang efektif bareng medsos dan metode lainnya," ucapnya.

Anggota DPR ini menambahkan, kedua metode kampanye tersebut bermanfaat untuk mengenalkan calon pemimpin kepada masyarakat luas. Golkar sendiri juga memasang baliho untuk Airlangga Hartarto.

"Untuk kenalkan calon dan pesan pemimpin kepada masyarakat luas," tukas Melki.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil menilai kampanye lewat baliho sudah ketinggalan zaman. Saat ini, masyarakat lebih melek teknologi dan mengonsumsi segala macam informasi lewat internet termasuk sosial media.

Hal itu dikemukakan Kang Emil menjadi narasumber Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang.

"Jadi generasi Z ini tidak mengonsumsi PPP lewat baliho, tapi lewat handphone. Jadi kalau kader PPP masih 'maen' baliho itu ketinggalan zaman dan baliho itu mahal. Kalau ingin PPP bangkit investasikan ke cara generasi baru. Ubah cara dakwah politiknya, jauhi cara konvensional," kata dia dilansir Antara, Senin (18/10).

Kang Emil menyarankan agar para kader PPP harus inovatif dalam berkampanye seperti berkampanye sesuai dengan kondisi zaman saat ini.

"Cara menarik simpati masyarakat tak bisa lagi pakai cara konvensional. Saya itu mengamati dari dulu tahun 1955 sampai pemilu kemarin. Kenapa persentase partai Islam tak signifikan padahal umat Islam 90 persen tapi ketika nyoblos enggak ke partai muslim," kata Kang Emil. (mdk/yan)

Baca juga:
PDIP: Untuk Pemilih Generasi Tua, Baliho Masih Efektif
Tak Setuju Ridwan Kamil, PPP Nilai Kampanye Baliho Efektif Buat di Pedesaan
Tanggapi RK, Demokrat Sebut Baliho Efektif Bantu Naikkan Popularitas
PKB Tanggapi Ridwan Kamil: Urusan Kampanye Bukan Soal Ketinggalan Zaman
Ridwan Kamil: Kampanye Lewat Baliho Ketinggalan Zaman
Baliho adalah Media Promosi, Berikut Manfaat dan Jenis-Jenisnya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami