Bamsoet Psywar Airlangga: Kalau Yakin Didukung Pemilik Suara Kenapa Rancang Aklamasi

POLITIK | 14 November 2019 19:15 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai pemilihan caketum secara aklamasi di Munas Golkar bisa membuat perpecahan. Dia berkaca dari pengalaman partai beringin sebelumnya.

Kala itu, keorganisasian partai Golkar harus terpecah menjadi dua faksi yakni fraksi Ancol dan Bali.

"Yang pasti kita punya pengalaman pahit, pemaksaan aklamasi itu membuat kita pecah dan kita pernah pecah ada Ancol dan Bali. Bali itu kan pemaksaan aklamasi yang melahirkan Ancol," kata Bamsoet di sela Rapimnas Partai Golkar, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta (14/11).

1 dari 1 halaman

Dualisme Golkar Jadi Pelajaran

Bamsoet mengingatkan, pelajaran pahit tersebut harus jadi renungan bagi kader Golkar. Oleh karena itu, demokrasi yang ada di partai beringin jangan dibunuh, tapi biarkan berkembang.

"Kalau yakin didukung mayoritas pemilik suara kenapa mesti takut kemudian merancang untuk aklamasi. Pasti demokrasi dan menang itu akan tercapai melalui pertarungan di Munas," jelas Bamsoet.

Dia mengingatkan bahwa mengelola partai Golkar jangan seperti perusahaan yang cukup mengambil keputusan lewat komisaris.

"Karena banyak suara hampir 600. Hari ini rapim yang dihadiri ketua provinsi hanya wakili 34 suara masih ada 500 lebih yang harus didengar suaranya," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Belum Putuskan Maju Munas, Bamsoet Bilang 'Tunggu Tanggal Mainnya'
Ical Ingin Munas Golkar Berjalan Musyawarah Mufakat
Munas Golkar 2019 Diyakini Berjalan Musyawarah Mufakat Tanpa Persaingan
Airlangga Sebut Aklamasi Calon Ketua Umum di Munas Golkar Pernah di Zaman Ical
Lewat Pantun, Airlangga Ajak Kader Bersatu Besarkan Golkar