Bamsoet Setuju Ambang Batas Parlemen Naik 5%: Agar Tak Ada Ledakan Jumlah Partai

Bamsoet Setuju Ambang Batas Parlemen Naik 5%: Agar Tak Ada Ledakan Jumlah Partai
POLITIK | 14 Januari 2020 11:11 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Politikus Golkar, Bambang Soesatyo, setuju dengan wacana perubahan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dinaikkan menjadi lima persen untuk DPR RI berdasarkan hasil rekomendasi Rakernas PDIP. Bamsoet, sapaannya, menilai sudah seharusnya ambang batas dinaikkan agar tidak ada ledakan partai di parlemen.

"Menurut saya memang sudah seharusnya dari waktu ke waktu ambang batas itu ditingkatkan agar tidak terjadinya lagi ledakan jumlah partai di parlemen ini," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1).

Bamsoet malah mengusulkan agar ambang batas enam atau tujuh persen. Dia mengatakan akan mengusulkan itu ke Golkar.

"Bahkan kalau saya akan mengusulkan kepada Golkar nanti perlu 7 persen untuk ambang batas pemilu 2024 mendatang," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Menurut Bamsoet, jika ambang batas nol persen, bakal banyak partai yang berlenggang ke Senayan. Hasilnya bakal membuat kerja parlemen tidak efektif.

"Enggak dong, kalau PT 0 Persen maka akan puluhan partai yang ada di parlemen ini maka tidak efektif mencapai suatu keputusan untuk kepentingan rakyat juga. Beda loh dengan pilpres ini ambang batas parlemen threshold ya," jelasnya.

Sebelumnya, hasil rekomendasi Rakernas PDIP mengusulkan DPP dan Fraksi di DPR untuk merevisi UU Pemilu. Agar mengubah Pemilu dengan menggunakan sistem proporsional tertutup dan juga ambang batas parlemen menjadi paling kurang lima persen untuk DPR dan berjenjang ke tingkat di bawahnya (5% DPR RI, 4% DPRD Provinsi dan 3% DPRD Kabupaten/Kota). (mdk/lia)

Baca juga:
Dukung Rekomendasi PDIP, PKS Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen
Bertemu 9 Sekjen Parpol, Mendagri Bahas Evaluasi Pemilu Serentak
Hinca dan Hasto Bocorkan Hasil Pertemuannya dengan Mendagri Tito Karnavian
Mendagri Kumpulkan Para Sekjen Partai Bahas Revisi UU Parpol Hingga Pilkada 2020
Pemilu Serentak 2019, Pemilu Terburuk Sepanjang Sejarah?
PPP Ingin Pilpres dan Pileg Dipisah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami