Bantah Hina Bawaslu, Ketua Gerindra Gunungkidul Bilang 'Jepret' bukan 'Pret'

POLITIK | 3 Desember 2018 20:33 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Ngadiyono dilaporkan oleh Bawaslu Kabupaten Sleman ke Polda DIY, Selasa (3/12). Ngadiyono dilaporkan karena dinilai telah menghina anggota Bawaslu Kabupaten Sleman saat acara pertemuan Prabowo Subianto dengan warga Muhammadiyah di Sleman pada Rabu (28/11) yang lalu.

Dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Ngadiyono yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul ini bermula saat Ngadiyono tiba di lokasi dan mengetahui ada Bawaslu Sleman dan Panwaslu Kecamatan di lokasi. Ngadiyono lalu menghampiri anggota Bawaslu dan kemudian dia melontarkan kata-kata 'pret' sambil menyodorkan gerakan penghinaan dengan pantat.

Menanggapi hal itu, Ngadiyono menerangkan, jika dirinya tak ada maksud untuk menghina anggota Bawaslu Kabupaten Sleman. Ngadiyono juga membantah jika dirinya mengucapkan kata 'pret'.

"Kalau kata-kata 'pret' salah. Saya kan dengan teman-teman. Waktu saya datang ayo foto-foto, 'jepret' gitu. Menirukan suara bunyi kamera bukan 'pret'," ujar Ngadiyono saat dihubungi wartawan, Senin (3/12).

Ngadiyono pun membantah jika dirinya memantati anggota Bawaslu Sleman. Menurutnya apa yang dilakukannya hanyalah pose karena diajak berfoto rekan-rekannya.

"Kan teman-teman saya, action-action ayo diajak foto, 'ayo jepret' gitu lho. Udah hanya gitu, saya tidak tahu siapa yang foto, nggak tahu saya itu. Bukan mledhing (memantati) tetapi action 'pret.. jepret'. Saya nggak komunikasi dengan siapapun, itu Bawaslu saya tidak tahu siapa mereka, nggak kenal beliau," papar Ngadiyono.

Terkait laporan Bawaslu Kabupaten Sleman ke Polda DIY karena dirinya dianggap melakukan penghinaan, Ngadiyono pun angkat bicara. Ngadiyono mengaku siap minta maaf jika dianggap menghina Bawaslu Kabupaten Sleman. Ngadiyono pun mengaku siap melakukan klarifikasi dan memberikan keterangan jika dipanggil Polda DIY terkait pelaporan dirinya.

"Kalau saya dianggap menghina, saya siap klarifikasi, dimanapun tempatnya, diundang Polda saya masyarakat biasa, taat hukum, akan saya sampaikan apa adanya, siap memberi keterangan jika diundang Polda DIY. Kalau saya salah saya mohon maaf, tapi menghina siapa saya diajak bicara tidak, nggak komunikasi, kalau gerak tubuh kan namanya wong action diajak foto," papar Ngadiyono. (mdk/rnd)

Baca juga:
Bawaslu Jateng Sebut Mantan Wagub Jateng Langgar Aturan Kampanye di Seminar PGRI
Partai Politik Diminta Tidak Intimidasi Penyelenggara Pemilu
Bawaslu Ungkap Alasan Hentikan Kasus Ucapan 'Tampang Boyolali' Prabowo
Bawaslu Kabupaten Bogor Disebut Tak Serius Tanggapi Persidangan DKPP
Bawaslu Tegur KPU Karena Alat Kampanye Belum Terdistribusi
Terbukti Bagi Sembako Saat Kampanye, Caleg Perindo Divonis 6 Bulan Penjara
Diduga Mengantuk, Mobil Ketua Bawaslu Kecelakaan di Jakarta Timur

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.