Banteng Solo Bergerak Merasa Pendukung Gibran Disapu Bersih di Kepengurusan DPC PDIP

Banteng Solo Bergerak Merasa Pendukung Gibran Disapu Bersih di Kepengurusan DPC PDIP
POLITIK | 9 Agustus 2020 22:32 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kumpulan kader PDIP Solo yang tergabung dalam Banteng Solo Bergerak menuding DPC PDIP melakukan sapu bersih para pendukung bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Para pendukung Gibran mengaku tidak diundang dalam dalam musyawarah ranting dan tidak diakomodir dalam kepengurusan yang baru. Ketua Banteng Solo Bergerak Aryanto mengatakan, ancaman sapu bersih para pendukung Gibran mulai terjadi sebelum rekomendasi turun. Kemudian mulai lagi saat penataan struktur ranting PDIP Kota Solo. Baik di Serengan, Pasar Kliwon dan terulang kembali di Jebres.

"Keyakinan saya hari ini di Banjarsari pun akan dilakukan hal yang sama. Ini merupakan sebuah ancaman serius untuk Gibran sebagai penerima rekomendasi DPP PDIP untuk calon Wali Kota Solo," ujar Aryanto, Minggu (9/8).

Menurutnya, praktik ini memperjelas praktik Tijitibeh (mati siji/satu mati kabeh/semua) yang akrab disampaikan oleh Ketua DPC PDIP Solo dalam setiap kesempatan maupun pertemuan. Mengingat dari awal DPC sangat mati - matian meloloskan pasangan Purnomo - Teguh. Dari situ Aryanto melihat ada upaya penggembosan yang dilakukan DPC.

Dia juga menilai didalam proses penataan struktur ranting terdapat banyak kejanggalan serta pemaksaan untuk tujuan sapu bersih pendukung Gibran tercapai.

"Kemudian, dalam pelaksanaan musran tidak tampak pembacaan Juklak & Juknis atau aturan Tata cara pemilihan Pengurus Ranting. Musran juga tidak dilengkapi dengan prasarana yang mendukung, dalam hal ini ruangan khusus persidangan khusus yang cukup," jelasnya.

Dia menuding, yang terjadi bukan musyawarah tetapi menyaksikan tata cara pembentukan yang didominasi pimpinan musyawarah saja. Untuk itu pihaknya menyatakan menolak hasil Musran PDIP periode 2020.

Pihaknya mengusulkan kepada DPD Jawa Tengah dan DPP PDIP untuk merekomendasikan Musran ulang yang sesuai dengan Tata Aturan / Juklak dan Juknis partai yang berlaku. Sehingga tidak mencederai semangat demokrasi dan semangat berpartai/ berorganisasi yang benar.

"Kami juga ingin DPC menghilangkan batas dan sekat para kader partai yang pernah berselisih pandang dalam proses penjaringan dan proses penetapan calon wali kota dan wakil wali kota Solo PDIP," katanya. (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami