Banyak mantan napi nyalon di pilkada, ini tanggapan Ketua DPR

POLITIK | 4 Agustus 2015 11:27 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana

Merdeka.com - Setidaknya ada enam orang calon kepala daerah yang pernah merasakan hidup di balik jeruji besi penjara. Mereka semuanya terlibat kasus korupsi saat menjabat sebagai pejabat publik di daerahnya masing-masing. Setelah bisa menghirup udara bebas, keenam orang ini kembali mencoba peruntungan di jagat politik dalam pilkada serentak nanti.

Di sisi lain ternyata tidak sedikit pula partai politik yang mendukung para mantan narapidana ini untuk bertarung di Pilkada serentak 2015.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto ‎tak mau banyak komentar. Dia hanya menjawab singkat bahwa hal tersebut merupakan kewenangan pihak pelaksana.

"Itu keputusan daripada KPU," kata Setya di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8).

Seperti diketahui, sebanyak enam mantan narapidana ikut dalam pencalonan Pilkada serentak. Seluruhnya, terjerat kasus korupsi saat menjabat sebagai pejabat publik.

Mereka adalah calon wali kota Manado Jimmy Rimba Rogi, calon wali kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro, calon bupati Sidoarjo Utsman Ihsan, calon bupati Dompu Abubakar Ahmad, calon gubernur Sulawesi Utara Elly Engelbert Lasut dan calon bupati Minahas Utara Vonny Panambunan.

Baca juga:

Beri bimbingan, KPU harap daerah paham teknis kampanye pilkada

Masih banyak persoalan, Ketua DPR setuju pilkada serentak ditunda

KPUD Depok akan panggil PDIP soal dugaan surat pernyataan palsu

Ketua DPR minta tak ada praktik mahar politik di pilkada serentak

Perppu bumbung kosong di pilkada dinilai berbahaya bagi demokrasi

Bumbung kosong bisa jadi solusi mengatasi calon tunggal pilkada

(mdk/rnd)