Bawaslu soal Rekayasa Pemilu 2024: Sebelum SBY, Megawati Sudah Turun Gunung

Bawaslu soal Rekayasa Pemilu 2024: Sebelum SBY, Megawati Sudah Turun Gunung
bawaslu. ©2012 Merdeka.com
NEWS | 22 September 2022 13:53 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku melihat tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan adil. SBY akan harus turun gunung untuk menghadapi kecurangan pada Pemilu 2024 itu.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja merespons pernyataan SBY tersebut dengan mempersilakan para politisi turun gunung agar pemilu 2024 tidak curang. Menurut Bagja, sebelum SBY, Megawati Soekarnoputri sudah turun gunung duluan menghadapi pemilu.

"Semua turun gunung enggak ada masalah, mau Pak SBY. Sebelum Pak SBY, Bu Mega mungkin sudah turun gunung," kata Bagja usai bertemu Presiden Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/9).

Bagja mempersilakan para politisi turun gunung untuk memastikan penyelenggaraan demokrasi lebih baik dan keadilan bisa tegakkan. Bawaslu siap mengantisipasi kecurangan pemilu.

"Kami antisipasi pasti. Kehadiran kami itu untuk mengantisipasi kecurangan," ujar Bagja.

2 dari 2 halaman

SBY Mengaku Lihat Tanda Kecurangan Pemilu 2024

Diberitakan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku harus turun gunung untuk menghadapi Pemilu 2024. Sebab, dirinya melihat tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan adil.

"Konon, akan diatur dalam pemilihan presiden nanti yg hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yg dikehendaki oleh mereka," kata SBY, dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Dia juga mengklaim Partai Demokrat sebagai oposisi bersama koalisi yang akan dibentuk nanti tidak akan bisa mengajukan pasangan capres-cawapres sendiri.

"Informasinya Partai Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri bersama koalisi tentunya. Jahat bukan, menginjak-injak hak rakyat bukan? Pikiran seperti itu batil. Itu bukan hak mereka," ujar dia.

SBY juga menyebutkan pemilu adalah hak rakyat untuk memilih dan dipilih. "Ingat, selama sepuluh tahun dulu kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan pemilu dan pilpres. Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," kata SBY di depan ribuan kader Demokrat. (mdk/gil)

Baca juga:
Temui Jokowi, Bawaslu Minta Syarat jadi Panwaslu Bisa Lulusan SMP
Mahfud MD: Zaman Pak SBY Juga Banyak Kecurangan Pemilu
INFOGRAFIS: Kata Para Ketua Umum Partai soal Capres 2024
Hasto Ungkap Alasan PDIP Sulit Koalisi dengan Demokrat
Sekjen PDIP Sindir SBY: Pemilu Belum Berjalan Sudah Bicara Kecurangan
PNS Diingatkan untuk Netral Saat Pemilu 2024
Tito Karnavian Minta ASN Netral dan Tak Berpolitik Praktis, Meski Punya Hak Pilih

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini