Belajar Dari Kesalahan 2019, Musda Golkar Siap Konsolidasi dan Bangun Partai

Belajar Dari Kesalahan 2019, Musda Golkar Siap Konsolidasi dan Bangun Partai
POLITIK | 27 Februari 2020 10:41 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - DPD Partai Golkar Provinsi Jakarta akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) untuk mencari Ketua DPD Golkar Provinsi Jakarta pada 29 Februari hingga 1 Maret 2020. Belajar Dari kesalahan 2019, Musda Golkar siap konsolidasi dan bangun partai.

Bendahara Partai Golkar DPD DKI Jakarta, Adhinusa mengatakan persiapan Musda Golkar Jakarta saat ini sudah rampung semuanya, hanya tinggal penyempurnaan saja seperti gladiresik.

"Persiapan fisik dan perencanaan sudah siap semua, bisa dibilang 95 persen," kata Adhi dalam keterangannya.

Menurut dia, pendaftaran calon Ketua DPD Golkar Jakarta sudah mulai dibuka hari Rabu, 26 Februari jam 10.00 Wib dan ditutup pada Jumat, 28 Februari 2020 jam 21.00 Wib. Maka, belum bisa disebutkan siapa saja yang telah mendaftarkan diri.

Di samping itu, Adhi menjelaskan calon Ketua Golkar DKI harus memiliki kriteria seperti semangat dan bertekad membangun partai khususnya di wilayah DKI Jakarta. Kemudian, tentu harus kader sejati.

"Ketiga, mempunyai cita-cita politik yang tinggi. Mungkin mengarah ke Pimpinan DKI 1," ujarnya.

Selanjutnya, Adhi mengakui internal Golkar DKI sempat mengalami persoalan sehingga berdampak terhadap perolehan suara pemilihan umum anggota legislatif (pemilu legislatif), khususnya di Jakarta tidak maksimal. Makanya, hal itu harus dijadikan pelajaran bagi pemimpin Golkar DKI ke depan.

"Betul kemarin (pileg 2019) memang tidak optimal, dan itu kita belajar dari kemarin untuk memperbaiki ke depannya. Nah, kita sudah tahu strategi apa saja yang harus perbaiki untuk meningkatkan secara maksimal pemilu 2024. Pertama kita akan konsolidasi dan rekonsiliasi setelah Musda ini," jelas Ketua Panitia Pelaksana Musda Golkar DKI ini.

Oleh karena itu, Adhi mengatakan para calon Ketua Golkar DKI harus ingat pesan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan tagline partai ini yakni 'Golkar bersih, Golkar bangkit, Golkar maju, Golkar menang'. Sehingga, tidak ada lagi kader yang tersangkut kasus tindak pidana korupsi.

"Ke depannya, tentu kita tidak ingin terjadi lagi hal-hal seperti kemarin. Arahan dari Ketua Umum Golkar sudah jelas, bahwa kader itu jangan mencoba bermain-main, melainkan harus bekerja penuh membangun partai. Tentunya harus berintegritas," tandasnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Fraksi PKS Bakal Tindaklanjuti Hasil Pertemuan Sohibul dan Airlangga di DPR
Sekjen Harap Cawagub DKI dari PKS Dapat Dukungan Golkar
Golkar dan PKS Buka Peluang Usung Bobby Nasution di Pilwalkot Medan
Pertemuan Golkar-PKS Bahas RUU Omnibus Law hingga Pilkada
PKS Sambangi Golkar, Gelar Pertemuan Tertutup
Golkar Berminat Usung Prabowo Jadi Capres di Pilpres 2024

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami