Beri empat opsi, PKS tunggu sikap pemerintah

Beri empat opsi, PKS tunggu sikap pemerintah
Massa PKS saat kampanye merdeka.com/dok
NEWS | 27 Maret 2012 23:02 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq menolak jika partainya disebut hanya cari aman menyikapi rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kita bukan cari aman. Kita memberikan waktu, kan ada empat formula solusi yang kita tawarkan, biarkan dipilih dulu. Opsi apa pun yang akan dipilih pemerintah nanti, jika tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat, kami akan tetap bersama rakyat," kata Luthfi usai pembukaan Mukernas PKS di Hotel Santika Medan, Selasa (27/3).

Menurut Luthfi, masih ada waktu bagi pemerintah untuk membuat kebijakan. Sejauh ini pemerintah belum mengambil keputusan soal opsi yang ditawarkan PKS, sehingga partainya belum bisa mengambil sikap tegas. "Pasti ada solusi terbaik yang bisa diambil. Masih ada waktu sampai tanggal 29. Semuanya masih mungkin berubah," katanya.

PKS memberi empat pilihan karena pemerintah lah yang nanti akan mengeluarkan keputusan. Jika opsi itu ditolak, hal itu menjadi hak pemerintah yang akan bertanggung jawab. "Karena yang membuat keputusan kan eksekutif bukan legislatif dan partai-partai," lanjut dia.

Seandainya empat opsi itu ditolak pemerintah, lanjut Luthfi, PKS segera mengambil. Namun, keputusan itu dibicarakan setelah pemerintah membuat keputusan.

Mengenai adanya pernyataan bahwa PKS akan keluar dari koalisi jika opsi ditolak, tambah Luthfi, pernyataan itu disampaikan orang-orang yang tidak paham dengan dinamika. "Mereka bukan pengambil keputusan," sebutnya.

Soal informasi PKS mendukung kenaikan harga BBM, Luthfi menyatakan hal itu sebagai distorsi informasi. Menurut dia, postur anggaran negara masih memungkinkan untuk tidak menaikkan harga BBM.

"Sikap kami sudah jelas, karena ini menyangkut perut 270 juta penduduk Indonesia. Kita yakin solusi masih ada," paparnya.

(mdk/dan)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami