Bicara Soal Oposisi, Hasto Cerita Saat PDIP di Orde Baru dan Era Presiden SBY

POLITIK | 3 Agustus 2019 17:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dalam sejarah politik di Tanah Air, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beberapa kali menjadi oposisi berada di luar pemerintahan. Bahkan di era Orde Baru, dianggap sebagai 'musuh' pemerintah, sehingga pernah tidak diperbolehkan ikut Pemilu tahun 1997.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bercerita, bagaimana partainya juga di tahun 2004 kalah Pemilu. Yang membuat kembali di luar pemerintahan, bahkan tidak mendapatkan jabatan menteri apapun, di dua periode masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"2004 kami kalah Pemilu di dalam sebuah era awal, tapi kami kalah tapi kami konsisten dalam politik untuk membangun demokrasi yang sehat. Pada keyakinan politik terhadap tantangan-tantangan pemerintahan Pak SBY saat itu. Ibu mega memilih berada di dalam pemerintahan. Dan Alhamdulillah, kami tidak punya menteri, di mana menteri dianggap sebagai instrumen survival bagi partai politik," kata Hasto dalam diskusi 'Jelang Kongres V PDIP: Akankah PDIP Menang Lagi Di Pemilu 2024?', Jakarta, Sabtu (3/8).

Meski demikian, masih kata dia, hal ini tak membuat partai berlambang banteng bermoncong putih itu mati. Bahkan terus bisa bertahan dan melakukan regenerasi kaderisasi.

"Ternyata, tapi kami bisa sukses, selama dua periode. Dan proses kaderisasi terus dilakukan," jelas Hasto.

Kemenangan Joko Widodo (Jokowi) serta PDIP di dua Pemilu, yakni 2014 dan 2019 diyakini hasil buah kaderisasi. "Pak Jokowi menyimpulkan, PDI Perjuangan bisa survive karena yang pertama sebagai ideologi itu sendiri, kami bergerak berdasarkan ideologi, yang kedua kekuatan gotong royong yang dimiliki oleh partai, sehingga saat tidak punya menteri di dua periode kita bisa survive. Yang ketiga itu kepemimpinan, terus dibangun melalui organisasi Kepartaian. Tiga hal ini bisa menjadi andalan bisa survive," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT