Bisa Usung Capres Tanpa Koalisi, PDIP: Kami Tidak Ikut Dansa-Dansa Politik

Bisa Usung Capres Tanpa Koalisi, PDIP: Kami Tidak Ikut Dansa-Dansa Politik
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto rapat di DPP PDIP. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 20 Mei 2022 10:55 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bicara potensi PDIP mengusung calon sendiri di Pilpres 2024 tanpa berkoalisi dengan partai politik mana pun. Hasto mengatakan dukungan dari rakyat membuat PDIP bisa mandiri dan tidak perlu melakukan manuver politik seperti parpol lain.

"Dari modal yang diberikan oleh rakyat kepada PDIP untuk bisa mengusung sendiri tentu saja ini menjadi modal politik yang sangat penting dan karena itulah kami tidak ikut dansa-dansa politik," kata Hasto di Lapangan Banteng Jakarta, Jumat (20/5).

Oleh karena itu, PDIP belum memikirkan koalisi. PDIP masih fokus konsolidasi internal dan turun menemui rakyat.

"Yang kami lakukan adalah bagaimana mewujudkan kepercayaan rakyat itu dengan menggalang kerja sama yang lebih besar dan pada akhirnya mempunyai kekuatan yang signifikan bagi bangsa," kata dia.

Soal kans berkoalisi dengan Gerindra, Hasto tak menjawab jelas. Namun, PDIP akan berkoalisi dengan memperhatikan aspek kesamaan ideologi partai.

"Koalisi ini kan harus didasarkan pada aspek-aspek ideologi, ada strategic culture, di situ ada kesesuaian platform," kata dia.

"PDIP membangun kekuatan gotong royong dengan seluruh partai terutama yang memiliki rekam jejak yang kuat bagi sejarah perjuangan bangsa," pungkas dia.

Selain itu, Hasto Kristiyanto juga menyoroti terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Dia mengingatkan KIB tidak membawa Pemilu 2024 terlalu dini. Sebab, saat ini pemilu masih jauh dan masih ada pandemi Covid-19.

"Meski PDIP menyadari setiap partai juga bersiap kontestasi di 2024 mendatang, tapi kepentingan rakyat harus jauh lebih dikedepankan. Jangan membawa kontestasi terlalu awal," tegas dia.

2 dari 2 halaman

Hasto menilai pertemuan antara para Ketum Golkar, PPP dan PAN bukan ancaman melainkan bagian dari demokrasi.

"Pertemuan apalagi ketum parpol itu sekaligus jadi tokoh nasional, kami selalu berpikiran positif, pertemuan itu merupakan upaya dalam membangun kohesivitas kita bersama sebagai anak bangsa," kata dia.

Saat ini, kata Hasto, pihaknya tidak terburu-buru membangun koalisi, apalagi merasa takut tertinggal debgan sudah terbentuknya KIB.

"Pemilu itu ada tahapan-tahapannya, ada skala prioritas, kita membagi energi yang terbatas itu fokusnya untuk rakyat saat ini," kata dia.

"Dalam membangun kerja sama parpol dan dengan melihat tantangan yang dihadapi pemerintahan presiden Jokowi, maka lebih baik saat ini kita menunjukkan upaya agar daya prestasi Pak jokowi semakin hebat," pungkas dia. (mdk/ray)

Baca juga:
PDIP Soal Perjanjian Batu Tulis: Deadline September 2023, Mengapa Terburu-buru?
Airlangga Instruksikan Seluruh DPD Golkar Sukseskan Koalisi Indonesia Bersatu
PAN Minta Penentuan Capres dan Cawapres Koalisi Indonesia Bersatu Diputuskan Bersama
Pilihan Sudah Mengerucut, Ridwan Kamil Bakal Umumkan Gabung Parpol Bulan Juni
PDIP Pede Usung Capres Sendiri, Demokrat Pertimbangkan Poros Ketiga Koalisi Pilpres

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami