Blunder-blunder Prabowo yang Untungkan Jokowi versi Survei LSI Denny JA
POLITIK | 6 Desember 2018 19:07 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terkait isu atau program populer dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden selama dua bulan terakhir masa kampanye. Hasilnya, ada 11 isu positif untuk Jokowi sementara 3 isu positif untuk Prabowo.

Berdasarkan rangking, isu positif yang mempunyai efek elektoral ke Jokowi adalah kunjungan Jokowi ke korban gempa dan tsunami di Palu, suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta, kunjungan Jokowi ke korban gempa Lombok, berita bohong oleh Ratna Sarumpaet, ucapan Prabowo soal tampang Boyolali, penyelenggaraan rapat tahunan IMF, dan memberikan dana bantuan Rp 2 miliar untuk korban gempa Lombok dan Palu.

Kemudian isu soal The New Prabowo, Prabowo tidak akan impor, Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara tim Jokowi-Maruf. Terakhir, pernyataan politik sontoloyo.

Sementara isu positif yang berdampak elektoral terhadap Prabowo adalah kunjungannya ke korban gempa Lombok, pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan isu nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp 15 ribu.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar memaparkan ada dari berbagai isu itu menghasilkan sejumlah berita yang menguntungkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

1. Berita bohong oleh Ratna Sarumpaet dengan frekuensi berita 17.440
2. Pernyataan Games of Thrones dengan frekuensi berita 800
3. Pernyataan tampang Boyolali dengan frekuensi berita 3.920
4. Penggratisan jembatan Suramadu dengan frekuensi berita 500
5. Empat tahun kepemimpinan Jokowi dengan frekuensi berita 1.640
6. Sandiaga langkahi makam dengan frekuensi berita 608

"Kasus hoaks Ratna Sarumpaet dan Games of Thrones Jokowi paling banyak memberikan surplus isu positif bagi Jokowi-Maruf," ujar Rully di Graha Rajawali, Jakarta Timur, Kamis (6/12).

Hasil survei tersebut merupakan survei yang melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, melakukan wawancara langsung ke responden. Survei dilakukan sejak 10-19 November di 34 Provinsi, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

(mdk/bal)