BPN Prabowo Sebut Jokowi Naik KRL Karena Rindu Kerumunan Massa

POLITIK | 7 Maret 2019 20:05 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengomentari Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mendadak naik kereta api listrik (KRL) pada Rabu (7/3) kemarin. Menurutnya, sikap tersebut adalah jurus klasik Jokowi.

Andre mengklaim, sikap klasik mencitrakan diri dengan masyarakat dilakukan Jokowi karena elektabilitasnya sudah tersalip oleh rivalnya, Prabowo Subianto di bulan Maret ini.

"Melihat mau kalah di Maret ini, disalip oleh Pak Prabowo maka dimainkan jurus lama. Jurus klasik ini," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, beragam cara dilakukan Jokowi dengan mengeluarkan jurus delapan penjuru mata angin.

Meski begitu, Andre memandang wajar cara tersebut sebagai strategi kampanye. Menurutnya, Jokowi merindukan kerumunan massa lantaran acara nya sepi ketimbang Prabowo Subianto yang menurutnya selalu ramai dihadiri massa.

"Daya tarik magis pak Jokowi sudah hilang, jadi 2014 pak Jokowi punya daya tarik luar biasa, acaranya rame dimana mana, sekarang 2019 ini sudah sepi," pungkasnya.

TKN Sebut Kubu Prabowo Gagal Paham

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihak yang menuduh hal tersebut sebenarnya gagal memahami Jokowi. Sebab, sejak Jokowi menjabat sebagai walikota di Solo, ia memang sudah suka bertemu dengan rakyat.

"Sejak menjadi wali kota, sejak menjadi gubernur, dan presiden, Pak Jokowi sudah sering bertemu rakyat," ucap Hasto di Meulaboh, Aceh, Kamis (7/3).

Hasto menyatakan, tuduhan pencitraan dari kubu Prabowo itu dikarenakan mereka tidak mampu melakukan cara komunikasi yang sama seperti Jokowi. Apalagi, berkomunikasi dengan rakyat seperti cara Jokowi memang tidak mudah. Menurut Hasto, cara Jokowi itu membutuhkan suasana batin yang baik.

"Mereka yang jarang bertemu rakyat artinya sikap batinnya tak siap. Dan untuk itu mereka hanya bisa menuduh pencitraan. Padahal itu adalah kepemimpinan Pak Jokowi," ujar Hasto.

Diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi pulang ke Istana Kepresidenan Bogor dengan naik kereta listrik (KRL) commuter line, Rabu (6/3). Jokowi bahkan rela berdesak-desakan dengan para pekerja yang hendak pulang.

Meski berdesakan, Jokowi tetap mendapat pengawalan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Hal ini dibenarkan oleh Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak yang ikut mendampingi Jokowi.

Usai membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di GOR Bulungan Jakarta Selatan, Maruli mengatakan Jokowi tiba-tiba ingin pulang ke Istana Bogor menggunakan commuter line. Dia pun naik dari Stasiun Tanjung Barat sekitar pukul 17.45 WIB.

Baca juga:
Jokowi Cerita Pengalaman Naik KRL di Jam Sibuk: Goyang 1 Cm Saja Enggak Bisa
Saat Jokowi Naik KRL, Penumpang Curhat Minta Rangkaian Kereta dan Gerbong Ditambah
TKN Santai Tanggapi Nyinyiran BPN Sebut Jokowi Naik KRL Cuma Pencitraan
KAI Akui Kedatangan Jokowi di KRL arah Bogor Mendadak
Cerita di Balik Jokowi Pulang Naik KRL Ketimbang Mobil RI 1
Berdesak-desakan, Presiden Jokowi Naik KRL ke Bogor

(mdk/ian)