Busyro & Bambang Widjojanto jadi Mentor Debat Prabowo-Sandiaga Bidang Korupsi
POLITIK | 11 Januari 2019 18:56 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Dua mantan pimpinan KPK, Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto terlibat membantu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jelang debat Pilpres perdana. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kedua tokoh itu akan berperan sebagai ahli yang memberikan masukan terkait tema debat pertama.

Tema debat pertama pada 17 Januari 2019 adalah Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme.

"Menjelang debat isu Hukum, HAM, Korupsi dan terorisme, Pak @prabowo tidak menggunakan konsultan komunikasi dan penampilan, beliau hanya menyimak masukan, berpikir bersama para ahli dan penggiat di bidang tersebut, diantaranya Pak SBY, Pak Busyro Muqoddas,dan Mas Bambang Widjayanto," kata Dahnil dalam akun twitter pribadinya, @Dahnilanzar, Jumat (11/1).

Dahnil menyebut Prabowo akan mendengar masukan dari kedua tokoh ini karena dianggap teruji di bidang hukum dan pemberantasan korupsi.

"Pak @prabowo akan mendengarkan masukan2 dari mantan pimpinan KPK yang selama ini integritasnya teruji dalam penanganan korupsi seperti Mas Bambang widjayanto, juga mantan Ketua KPK RI, Busyro Muqoddas, yang juga memahami isu-isu penanganan terorisme dan HAM," ujarnya.

Selain itu, Bambang dan Busyro akan memberikan pandangan serta terkait korupsi, HAM dan Hukum dalam visi misi Prabowo-Sandi.

"Memperdalam dan memperkaya, perspektif antikorupsi, HAM dan Hukum bersama Mas @sosmedbw yg juga akan diundang Mas @prabowo untuk memberikan pandangan, kritikan dan masukan terkait visi misi Mas Prabowo jelang debat," tandas dia.

Baca juga:
Moeldoko Tegaskan Kasus Novel Baswedan Bukan Pelanggaran HAM Berat
Debat Beda dengan Ceramah, Timses Jokowi akan Samakan Persepsi Bareng Ma'ruf
Erick Thohir Sindir Prabowo-Sandiaga: Diubah Berarti Tak Yakin dengan Visi Misinya
Erick Thohir Sebut Jusuf Kalla Salah Satu Mentor Debat Jokowi-Ma'ruf Amin
Bahas Persiapan Debat, Erick Thohir Menghadap JK di Kantor Wapres

(mdk/ray)