Cak Imin Menolak Jika Amandemen UUD 1945 Ubah Sistem Pemilihan Presiden

POLITIK | 14 Oktober 2019 17:33 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menolak amandemen UUD 1945 menyentuh ranah pemilihan presiden. Hal tersebut menanggapi kesepakatan Ketum NasDem Surya Paloh dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto terkait wacana amandemen menyeluruh.

Cak Imin belum menyatakan apakah setuju atau tidak terhadap wacana amandemen menyeluruh. Tetapi dia tegas menolak jika mengubah sistem pemilihan presiden.

"Tergantung menyeluruh apa, pilpres secara langsung enggak bisa diubah sih," kata Cak Imin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/10).

Cak Imin mengatakan, internal PKB belum membahas terkait wacana amandemen terbatas yang tengah digulirkan di MPR. Sehingga, dia belum mau menyatakan sikapnya.

"Saya belum bahas," ucapnya.

Diberitakan, pertemuan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menghasilkan tiga poin kesepakatan. Salah satu Surya dan Prabowo sepakat amandemen UUD 1945 menyeluruh.

"Kedua pemimpin parpol sepakat bahwa amandemen UUD 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh, yang menyangkut tata kelola negara, dan sehubungan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa yang baik," kata Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate saat membacakan kesepakatan politik usai pertemuan di kediaman Surya Paloh, kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Minggu (13/10).

Baca juga:
Bertemu Zulkifli Hasan, Jokowi Bertanya Soal Amandemen UUD 1945
MPR Buka Ruang Konsultasi untuk Dengar Suara Publik Soal Amandemen UUD 1945
NasDem Sebut Amandemen UUD Bisa Singgung Pemilihan Presiden jika Rakyat Menghendaki
Jika Merembet ke Pasal di Luar GBHN, PDIP Pertimbangkan Lagi Amandemen UUD 1945
Gerindra Jelaskan Isi Kesepakatan Prabowo & Paloh Soal Amandemen UUD 1945 Menyeluruh
Ketum PAN Nilai Amandemen UUD'45 Menyeluruh Timbulkan Kecurigaan Presiden Dipilih MPR

(mdk/eko)