Cara Partai NasDem bikin caleg korupsi

POLITIK | 12 Juni 2012 10:35 Reporter : Mohamad Hasist

Merdeka.com - Langkah yang dilakukan oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan memberikan bantuan kepada calon legislatifnya pada Pemilu 2014 dinilai tidak tepat. Sebab, bantuan itu justru akan menyuburkan sifat korupsi di Senayan.

"Nanti orientasinya rupiah. Duit semua. Karena kalau yang ditonjolkan hanyalah dana, si caleg ini pasti ingin mengembalikan dana yang sudah diberikan dengan cara korupsi," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada merdeka.com, Selasa (12/6).

Sebagai partai baru, untuk mengajak orang menjadi caleg yang dijual adalah program partai. "Cara mencari caleg juga bagaimana program partainya, perilakunya. Bukan duit, tetapi komunikasi yang paling penting," ujar dia.

Jika petinggi Partai NasDem menggelontorkan uang untuk calegnya, di Senayan akan muncul politik transaksional saja. Pasalnya, untuk menjadi caleg membutuhkan uang tidak sedikit.

"Untuk menjadi caleg tergantung wilayahnya. Semakin luas dan jauh tempatnya akan semakin caleg itu mengeluarkan uang. Bisa mencapai miliaran," jelas Sutan.

Pada Pemilu 2014 nanti, Partai NasDem membidik 68 politikus untuk diplot duduk di Senayan. Jika ada caleg yang tidak mampu, partai akan membantu secara finansial.

"Kami menilai memperbaiki sistem ini harus dimulai dari rekrutmen caleg oleh parpol. Sebenarnya yang bertanggungjawab dalam pemilu itu parpol bukan caleg, makanya kami akan membantu caleg," kata Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella.

Tidak semua caleg NasDem akan diberi bantuan dana. Menurut Rio, hanya kader potensial tetapi tidak miliki modal yang akan dibantu oleh partai besutan Surya Paloh ini.

"Sehingga ketika dia terpilih nanti tidak lagi memikirkan bayar utang atau balik modal. Ini cara untuk memperbaiki sistem di DPR. Kalau mau beres tentu harus dimulai dari proses rekrutmen calegnya," terang dia.

Namun Rio tidak mau menyebut berapa bantuan yang akan diberikan partai kepada para caleg NasDem nantinya. "Itu tergantung dari kemampuan dan kondisi dapilnya. Yang jelas untuk menentukan caleg kami berkaca pada hasil survei, sehingga kader yang kami dorong bisa terpilih jadi anggota dewan," imbuh dia.

(mdk/has)

TOPIK TERKAIT