Cerita Ma'ruf Pernah Dibully Saat Maju Jadi Cawapres Jokowi

POLITIK | 7 Januari 2019 02:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ma'ruf Amin mengaku sempat dibully oleh beberapa pihak saat dirinya maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung, pihak tersebut menggunakan dalil saat membully Ma'ruf.

"Bahkan ada dalil yang dipakai," ujar Ma'ruf Amin di DPP PPP, Jakarta Pusat, Minggu (6/1).

Menurut Ma'ruf, mereka sempat menyatakan dirinya bukan lagi seorang ulama yang harus dipercaya lantaran hendak masuk ke dalam pemerintahan.

"(Mereka mengatakan) kalau ulama itu bisa dipercaya selama tidak bergabung dengan pemerintah. Jadi saya dianggap bukan ulama lagi," ujarnya.

Padahal, menurut Ma'ruf, tak ada salahnya ulama menjadi bagian dari pemerintahan. Saat berada dalam pemerintahan, ulama bisa menjadikan negara semakin baik.

"Karena dia akan melaksanakan tugas-tugas Allah. Membangun kemaslahatan, kemanfaaatan, dan menghilangkan kemudharatan di bumi," kata Ma'ruf.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber : Liputan6.com

Baca juga:
Ma'ruf Amin dan Mbah Moen Hadiri Harlah PPP ke-46
Dikunjungi Suporter Sepak Bola, Ma'ruf Sebut Mafia Pengaturan Skor Harus Diberantas
Makna Foto di Surat Suara Jokowi-Ma'ruf: Tulus dan Melayani Masyrakat
Ma'ruf Amin soal Debat Capres-Cawpres: Saya Biasa Berdebat Bahtsul Masail
Acungkan Satu Jari, Wali Kota Bogor Dikalungi Sorban oleh Ma'ruf Amin

(mdk/ray)