Cerita Putri Ma'ruf Amin Ikut Seleksi Pilkada Tangsel Lewat PSI: Cukup Kejam

Cerita Putri Ma'ruf Amin Ikut Seleksi Pilkada Tangsel Lewat PSI: Cukup Kejam
POLITIK | 18 Januari 2020 15:07 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, mengikuti seleksi terbuka calon wali kota Tangerang Selatan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya proses seleksi sangat kejam namun bisa dimaklumi demi kemajuan Tangerang Selatan di masa yang akan datang.

Pantauan merdeka.com, Azizah dicecar pertanyaan para panelis seperti ‎Hamdi Muluk, Mari Elka Pangestu, Djayadi Hanan hingga Ketua Umum PSI Grace Natalie selama kurang lebih satu jam. Usai mengikuti seleksi, ia mengaku lega.

"Alhamdulillah saya lihat cukup surprise dan menarik konvensinya. Tapi memang cukup kejam, sangat kejam karena pertanyaannya mendorong kita sebagai calon untuk membawa perubahan baik bagi Tangsel," kata Azizah di lokasi, Sabtu (18/1).

Menurutnya, forum semacam ini sangat baik memberikan ruang pada setiap kandidat.

"PSI sangat inovatif bisa membuat konvensi yang berbeda. Biasanya kan konvensi hanya formalitas. Ini cukup berbeda, kami para calon tidak hanya ditanya visi misi tapi kami digali ‎soal pandangan membangun daerah," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Bantah Aji Mumpung Karena Ayahnya Wapres

Azizah menegaskan pencalonannya sebagai bakal calon wali kota tidak semata-mata aji mumpung karena ayahnya seorang wakil presiden.

"Saya tidak aji mumpung. Saya ini Azizah, saya Azizah artinya yang saya tawarkan itu gagasan permata saya. Gagasan bagaimana adanya pemerataan kemajuan dan kesejahteraan untuk masyarakat Tangerang Selatan," kata Siti.

Azizah mengklaim selalu blusukan yang diistilahkan ngampung untuk mengenalkan diri ke masyarakat.

"Makanya, setiap hari ngampung. Saya mengenalkan diri sebagai Azizah dengan gagasan permata yang ada," ungkap Siti.

Saat disinggung kehadirannya akan membangun dinasti politik, dirinya malah berseloroh.

"Saya bukan dinasti. Saya tidak punya dinasti. Yang ada, saya pindah dinas yang sebelumnya saya mengabdi kepada negara, saya sekarang lebih dekat mengabdi kepada masyarakat," jelas dia.

Sementara itu Grace mengatakan, seleksi ini dimulai dari wawancara terhadap peserta yang sebelumnya proses admin, daftar online, dan tulisan. Menurutnya, cara ini dipandang perlu dalam proses demokrasi guna menghindari politik uang.

"Kami di PSI bagaimana menghindar money politik, in cara kami tawarkan undang tokoh independen duduk di panitia seleksi, paparan, tanya jawab, seluruhnya disiarkan di medsos. Dari situ nilai akumulasi juri ditotal penilaian, orang nggak perlu keluarkan uang untuk dapat dukungan dari PSI," kata Grace.

Berdasarkan informasi, PSI menggelar seleksi mulai hari ini hingga Minggu (19/1) besok. Seleksi terbuka dalam format wawancara ini menjadi bagian dari konvensi PSI untuk Pilkada 2020 yang melibatkan sejumlah tokoh sebagai panelis independen.

Setidaknya ada 12 panelis yang dihadirkan yakni Mari Elka Pangestu, Hamdi Muluk, Faisal Basri, Bibit Samad Rianto, Sulfikar Amir, Djayadi Hanan, Sirojudin Abbas, Philips Vermonte, Iman Usman, Natalia Soebagjo, Abdilla Toha dan Ernest Prakarsa. (mdk/lia)

Baca juga:
Ikut Seleksi Pilkada Tangsel Lewat PSI, Putri Ma'ruf Ditanya Ketimpangan Permukiman
Pesan Prabowo untuk Bobby dan Azizah: Kalau Maju Pilkada Harus Menang
18 Balon Walkot Tangsel Lolos Administrasi dari PSI, Salah Satunya Putri Ma'ruf Amin
KPU Tangsel Targetkan Partisipasi di Pilkada 2020 Capai 70 Persen
Anak Ma'ruf Amin Klaim Dapat Dukungan Hanura Maju Pilwalkot Tangsel
Ma'ruf Amin Beri Restu Putrinya Siti Nur Azizah Maju Pilkada Tangsel

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami