Daerah-Daerah ini Kubu Jokowi Kerja Keras Raih Suara

POLITIK | 6 Desember 2018 06:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Capres dan Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin sudah mempetakan daerah-daerah mana yang menjadi fokus kampanye untuk meraup suara dalam Pilpres 2019. Terutama daerah dengan partisipasi pemilih Jokowi masih rendah saat Pilpres 2014 lalu.

Tim Jokowi tak ingin kekalahan di beberapa daerah pada 2014 lalu terulang. Kubu Jokowi perlu kerja keras agar suaranya tinggi pada Pilpres 2019.

Berikut daerah-daerah yang perlu kerja keras kubu Jokowi agar mendapat banyak suara:

1 dari 4 halaman

Sumatera Barat

Pawai Deklarasi Kampanye Damai. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin makin optimistis memenangkan Pilpres 2019 setelah dukungan mengalir dari sejumlah kepala daerah di Sumatera Barat. Tercatat tujuh kepala daerah yang terdiri dari Bupati dan Wali Kota di Sumatera Barat secara resmi menyatakan dukungan kepada Jokowi. Mereka menandatangani surat pernyataan.

"Sumbar, kita tahu, merupakan daerah yang pada Pilpres 2014 yang lalu Pak Jokowi kalah. Kami makin optimistis dapat memenangkan Pilpres ini," kata Ace melalui pesan singkat, Rabu (19/9).

Sebagai informasi Pada 2014 lalu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla kalah telak dari pasangan Prabowo-Hatta di Sumatera Barat. Pasangan Jokowi-JK tercatat hanya meraup suara 539.308 atau 23,08 persen, dibandingkan Prabowo-Hatta 1.797.505 suara atau 76,93 persen.

2 dari 4 halaman

Berat di Madura

Jokowi-Maruf Amin tes kesehatan. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memasang target kemenangan sebesar 70 persen di Jawa Timur. Sekretaris Tim Koordinator Daerah Pemenangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Sri Untari Bisowarno mengatakan pertarungan agak sengit diperkirakan akan terjadi di Madura dan beberapa daerah Mataraman. Karena dalam Pemilu 2014 lalu Jokowi juga kalah di daerah tersebut.

Namun kubu Jokowi tetap optimis meraih kemenangan di daerah tersebut, terlebih kata Untari untuk daerah-daerah Tapal Kuda diuntungkan oleh kader-kader partai koalisi yang memimpin daerah tersebut. Kabupaten Jember dipimpin kepala daerah asal Partai Nasdem, Bondowoso dipimpin kader PPP dan Banyuwangi dipimpin kader PDIP. "Jadi kami optimis, 14 daerah kemarin yang kalah itu akan kembali ke pangkuan," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Kerja Keras di Jawa Barat

Karnaval Kemerdekaan di Bandung. ©2017 merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Hasil Saiful Munjani Research & Consulting (SMRC) merilis untuk pertama kalinya Jokowi mampu mengungguli Prabowo dengan perolehan dukungan 48,8 persen, Prabowo hanya 43,5 persen di wilayah Jabar. Namun Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Provinsi Jawa Barat menyebut ada wilayah Jabar yang masih dianggap lemah untuk suara Jokowi.

Khususnya di Priangan Barat yakni Sukabumi, Cianjur dan Priangan Timur yakni Garut dan Tasikmalaya. Dari hasil pemetaan itu, baik Jokowi maupun Ma'ruf Amin harus lebih intensif melakukan sosialisasi dan kampanye di wilayah yang dianggap masih lemah. "TKD akan terus lakukan sosialisasi juga untuk kampanye di sana," ungkap Sekretaris TKD Abdy Yuhana.

Sementara itu Cawapres Ma'ruf Amin menargetkan perolehan suara di wilayah Jawa Barat sampai 70 persen. Tim Kampanye Nasional menilai target itu sebagai bentuk optimisme atau kepercayaan diri. Saat Pilpres 2014 suara Jokowi di Jabar hanya 9.530.315 atau 40,22 persen. Prabowo unggul dengan 14.167.381 atau 59,78 persen.

4 dari 4 halaman

Daerah ini Jadi Fokus Raup Suara Jokowi

Jokowi-Maruf Amin tes kesehatan. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Koalisi Jokowi-Ma'ruf akan fokus merau suara di wilayah Aceh, Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan. Untuk diketahui ke wilayah ini Jokowi kalah dari Prabowo saat pemilihan presiden 2014 lalu.

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate yakin dengan adanya tim Koalisi Indonesia Kerja, suara akan semakin kuat serta mencapai kemenangan untuk pasangan tersebut. "Saat ini sudah jauh berbeda, jauh lebih kuat, jauh lebih solid dan lebih berakar," jelas dia.

(mdk/has)