Dapat Pujian dari Jokowi, Airlangga Diminta Tidak Cepat Terbuai

POLITIK | 8 November 2019 11:50 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji kepemimpinan Airlangga Hartarto di Partai Golkar. Namun, Airlangga diminta tidak terlena dan terbuai dengan pujian yang disampaikan oleh Jokowi tersebut.

Pengamat Politik Universitas Pancasila, Gede Munanto mengatakan, Airlangga harus mengingatkan kasus yang dialami oleh Setya Novanto. Kala itu, Jokowi juga memberikan dukungan serupa kepada mantan Ketua DPR itu.

"Airlangga dan pendukungnya seharusnya tidak terbuai dengan pujian Jokowi tersebut. Sebaliknya, Airlangga harus cermat memaknai pujian tersebut seraya memastikan dirinya tidak tersangkut dengan kasus hukum apapun. Ini penting agar tragedi Setnov tidak terulang pada Airlangga," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11).

Saat mendukung Setnov, dia menilai, Jokowi bukannya tidak tahu yang bersangkutan rawan terjerat kasus hukum. Gede meyakini, Jokowi telah berkoordinasi dengan sejumlah penegak hukum.

"Namun, inilah yang disebut dengan gaya politik 'memangku'. Jokowi tampak seolah 'memangku' Setnov, namun sebenarnya itu adalah cara untuk meminimalisir gerak yang bersangkutan agar KPK leluasa mengusut kasus hukumnya," ujarnya.

"Substansinya memangku untuk mematikan orang, yang dalam konteks Setnov, dianggap telah merusak kredibilitas institusi negara," tutup Gede.

1 dari 2 halaman

Kubu Bamsoet Tegaskan Munas Tak Bisa Diintervensi

Ketua Tim Sukses Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ahmadi Noor Supit, menyebut sah-sah saja bila pujian Jokowi diinterpretasikan sebagai restu. Dia bilang, kelompok manapun bebas memberi dukungan kepada kandidat caketum Golkar.

"Mungkin saja ada keberpihakan presiden kepada orang tertentu, saya kira enggak masalah. Misalnya presiden, misalnya ini tentu interpretasi pemahamannya kalau dia memberikan dukungan pada salah satu calon adalah pembantunya itu gak ada masalah sah-sah saja," kata Ahmadi di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11).

Meski begitu, Ahmadi menegaskan proses pemilihan caketum Golkar tidak bisa diintervensi oleh pihak luar. Tetapi soal dukungan biasa dipersilakan.

"Yang pasti adalah secara struktural itu tidak bisa intervensi partai jadi itu clear buat kita. Dan kami yakin presiden tidak bermaksud intervensi apalagi partai Golkar ini partai besar jadi saya kira itu clear. Jadi jangan salah memahami. Buat kami itu dukung mendukung biasa sebagai teman boleh," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Bamsoet Pasti Maju Munas

Ahmadi pun menegaskan, bahwa Bamsoet dipastikan maju jadi caketum beringin. Dia mengaku, dukungan untuk ketua MPR itu semakin kuat.

"Bamsoet pasti akan maju itu posisinya. Oleh karena itu tidak ada yang berubah clear ini karena desakan desakan hari ke hari semakin kuat," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyakini Partai Golkar terus melejit dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Dia pun menilai Airlangga sukses memimpin Golkar.

"Saya yakin Golkar terus melejit karena ketuanya top," kata Jokowi saat sambutan di HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11). (mdk/fik)

Baca juga:
Airlangga Hartarto Idealnya Fokus Tugas Menko Perekonomian
Kubu Bamsoet: Golkar Harus Kuat, Bukan Dipimpin Orang Tak Punya Waktu
Jokowi Puji Airlangga, Kubu Bamsoet Tegaskan Munas Tak Bisa Diintervensi
Menko Airlangga Susun Program Prioritas Ekonomi 2020-2024
Politikus Golkar Anggap Pujian Jokowi ke Airlangga Sebagai Restu Hadapi Munas
Airlangga Kumpulkan Semua Menteri Ekonomi, Bahas Apa?