Debat Pilkada Palu: Empat Paslon Beberkan Strategi Atasi Pandemi Covid-19

Debat Pilkada Palu: Empat Paslon Beberkan Strategi Atasi Pandemi Covid-19
POLITIK | 27 Oktober 2020 21:12 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Sebanyak empat pasang calon wali kota dan wakil wali kota Palu mengungkapkan sejumlah strategi mereka dalam mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19) jika nanti terpilih pada Pilkada 2020. Hal itu mereka sampaikan pada debat publik putaran pertama calon wali kota dan calon wakil wali kota Palu di Palu, Selasa sore.

Debat yang dilaksanakan KPU Kota Palu di salah satu hotel tersebut dipandu Dr Intan Kurnia, akademisi dari Universitas Tadulako.

Menurut pasangan calon nomor urut 02 Hadiyanto Rasyid/Reny Lamadjido, untuk mengatasi masalah Covid-19 akan dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang maksimal dengan melakukan transformasi pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Reny Lamadjido mengatakan kelak mereka akan menjadikan pusat pelayanan kesehatan masyarakat menjadi klinik modern.

"Karena sekarang Covid-19, kalau tidak dari sekarang kita ubah karena pelayanan kesehatan masyarakat merupakan ujung tombak di kelurahan dan kecamatan," kata Reny.

Selain itu, Reny mengatakan perlunya penambahan satu ambulance untuk satu kelurahan guna mempercepat pelayanan kesehatan di masa pandemi. "Dan setiap pusat-pusat pelayanan kesehatan akan memberlakukan sistem digital sehingga masyarakat tidak terkontaminasi dengan Covid-19," katanya.

Sementara, pasangan calon wali kota nomor urut 03 Hidayat/Habsa Yanti mengatakan tidak ada cara lain yang paling efektif mencegah penyebaran virus Covid-19 tersebut kecuali memperketat pintu-pintu masuk di kota itu.

Dia mengatakan saat Covid-19 pertama kali mewabah di Indonesia, dia selaku petahana wali kota telah menjaga ketat enam pintu masuk ke ibu kota provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Saat itu kata Hidayat, penyebaran Covid-19 di Kota Palu sangat kecil. Bahkan sempat pada posisi nol. Dia menyebut Kota Palu jauh lebih aman dibanding daerah tetangga lainnya yang kenaikan kasusnya sulit dikendalikan.

Namun, kata dia, karena ada kebijakan nasional yang melonggarkan kembali akses perhubungan sehingga Kota Palu mengalami lonjakan kasus.

"Tidak ada cara lain, kita akan terapkan kembali aturan yakni pelaku perjalanan, ODP dan OTG. Enam pintu masuk Kota Palu kita jaga habis-habisan. Kita tempatkan petugas kesehatan dan dan dokter," katanya.

Selain cara itu, kata Hidayat, seluruh pusat pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Palu akan ditingkatkan. Jika sebelumnya pelayanan hanya sampai sore, sekarang telah diberlakukan pelayanan sampai malam hari. "Dan itu gratis," katanya.

Baca Selanjutnya: Paslon nomor 04 Imelda Liliana...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami