Deklarasi #2019GantiPresiden di Makassar tak mendapat izin

POLITIK » MAKASSAR | 12 Agustus 2018 12:56 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Ratusan relawan #2019GantiPresiden mulai memadati Jalan Jenderal Sudirman, depan pelataran Monumen Mandala, Makassar, pukul 13.17 wita, Minggu, (12/8). Rencananya, akan ada deklarasi #2019GantiPresiden yang diprediksi dihadiri 2000 orang lebih.

Neno Warisman dijadwalkan hadir dalam deklarasi itu. Semula jadwal Pukul 13.00 wita, namun hingga 13.45 wita, belum ada tanda-tanda acara dimulai.

Sementara panitia diwakili pengacara dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulsel selaku panitia, Faisal Silenang adu debat dengan Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Irwan Anwar mengenai izin kegiatan.

deklarasi 2019 ganti presiden di makassar tak dapat izin ©2018 Merdeka.com/salviah ika


Faisal Silenang minta izin agar diperkenankan untuk menggelar aksi di jl Jenderal Sudirman, namum tidak diizinkan karena panitia tidak mengantongi izin penggunaan jalan dari Dinas Perhubungan.

"Kita tidak diberi izin oleh Dinas Perhubungan dan diberi jalan untuk masuk ke pelataran monumen Mandala. Tapi untuk masuk di situ tidak diberi akses. Pintu pagar terkunci," kata Faisal Silenang.

Sementara massa lainnya berkeras tidak mau bergeser masuk ke Monumen Mandala. Mereka memaksa tetap gelar kegiatan di JL Jenderal Sudirman. Meski dilarang, deklarasi tetap berlangsung di JK Jenderal Sudirman dalam pengawasan ketat aparat kepolisian.

Baca juga:
Andi Arief tak takut dipolisikan PAN, PKS atau Gerindra terkait mahar Rp 500 M
Sebut Prabowo jenderal kardus dan mahar Sandi Rp 500 M, Andi Arief tak dihukum SBY
Demokrat tegaskan SBY dan AHY tolak jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga
Arief Poyuono minta KH Ma'ruf Amin jangan campuri urusan Gerindra
Sudirman Said sebut tim pemenangan Prabowo-Sandiaga banyak libatkan isu perempuan
Ahli hukum UGM minta KPU panggil Andi Arief soal mahar Sandiaga Rp 500 miliar
Andi Arief dipanggil ke rumah SBY, diduga terkait mahar Sandi Rp 500 miliar

(mdk/rnd)