Demokrat Akui Mayoritas Kader Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf

POLITIK | 12 Agustus 2019 17:59 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Partai Demokrat tegaskan belum memiliki sikap resmi pasca Pemilu 2019. Meskipun, mayoritas kader menginginkan agar partai besutan SBY itu merapat mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Waketum Demokrat Syarief Hasan mengungkap kondisi internal tersebut. Dengan catatan, ada chemistry yang terbangun antara koalisi Jokowi-Ma'ruf dan Demokrat.

"Memang mayoritas memang ya sih ingin ya bergabung, dengan catatan ya kalau memang chemistry dan kebersamaan ya bisa dibangun," ucap Syarief saat dihubungi merdeka.com, Senin (12/8).

Syarief menegaskan, keputusan sikap politik Demokrat akan ditentukan melalui rapat Majelis Tinggi partai. Rapat itu akan dipimpin langsung oleh SBY.

Hal ini sekaligus membantah klaim Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menyatakan partainya sudah resmi dukung Jokowi.

"Keputusan partai kalau resmi itu melalui majelis tinggi. Gitu loh. Dan nanti akan disampaikan secara resmi," tambah Syarief.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean mengatakan, partainya telah memutuskan untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan wakilnya Ma'ruf Amin di periode 2019-2024. Hal itu, kata dia, sudah diputuskan sejak 40 hari meninggalnya Istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono.

"Jadi kalau ditanya ke mana arah politik partai Demokrat ya arahnya adalah untuk memperkuat pemerintahan Pak Jokowi ke depan," kata Ferdinand pada wartawan, Senin (12/8).

Ferdinand, menegaskan, keputusan itu sudah resmi, tapi memang belum diumumkan. Hanya tinggal menunggu waktu saja kapan akan diumumkan secara resmi sikap tersebut. (mdk/rnd)

Baca juga:
Ferdinand Hutahaean: Demokrat Resmi Dukung Jokowi-Ma'ruf
NasDem Belum Percaya Demokrat Resmi Dukung Jokowi-Ma'ruf
Bantah Ferdinand, Syarief Hasan Sebut Demokrat Belum Resmi Dukung Jokowi
Sakit Keras, Ibu Kandung SBY Masuk Rumah Sakit
SBY Jarang Tampil, Demokrat Sebut sedang Fokus Urus Ibu yang Sedang Sakit
Megawati Terang-terangan Minta Jatah Menteri, Partai Demokrat Bandingkan di Era SBY
Demokrat Ingatkan Megawati, Menteri Adalah Hak Prerogatif Presiden

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.