Demokrat: Ibas dan Seluruh Pengurus Parpol Sepakat AHY Aklamasi di Kongres!

Demokrat: Ibas dan Seluruh Pengurus Parpol Sepakat AHY Aklamasi di Kongres!
POLITIK | 28 Februari 2020 16:53 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Partai Demokrat mengklarifikasi kabar Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) ingin maju sebagai calon ketua umum di Kongres 2020. Ibas sebelumnya dikabarkan tengah mengumpulkan tanda tangan ke daerah-daerah untuk ikut berkontestasi di kongres.

Politikus muda Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengakui memang Ibas mengumpulkan surat dukungan. Tapi bukan untuk maju sebagai calon ketua umum. Melainkan mengamankan kursi ketua umum dari orang ketiga.

Terlebih, Herzaki bercerita, bahwa Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya sudah tak ingin lagi memimpin partai Demokrat.

"Membaca sinyalemen Pak SBY tidak maju lagi sebagai Ketum Demokrat, maka sejak Rapimnas 2018, EBY (Ibas) mengumpulkan surat dukungan sebagai upaya pengamanan internal agar kursi Ketum tidak jatuh keluar dari pengurus inti Demokrat yang saat ini tengah berjuang menyelamatkan Partai," jelas Herzaky saat dihubungi merdeka.com, Jumat (28/2).

1 dari 3 halaman

Hal ini menjawab sumber merdeka.com yang menyebut bahwa Ibas tengah menggalang dukungan ke daerah untuk melawan sang kakak, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kongres. Herzaky membantah keras informasi dari sumber tersebut.

"Bukan kepada mantan Pengurus yang sudah lama meninggalkan Partai, pindah partai, atau petualang politik yang bermodalkan money politics," tambah dia.

Herzaky menjelaskan, pengalaman pahit Kongres Demokrat 2010 tak ingin terulang lagi. Dimana saat itu, Anas Urbaningrum tiba-tiba terpilih sebagai ketua umum.

"Ini untuk mencegah agar tragedi 2010 tidak terulang, dimana kader terpecah karena money politics," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Dia bercerita kesuksesan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memimpin Kogasma Demokrat. Sejak pemilu 2019, kata dia, hasilnya dua kali lipat dari prediksi lembaga survei. Semula diprediksi hanya 3,5 persen tapi hasilnya menjadi 7,7 persen.

Lalu apa isi surat Ibas ke pengurus Demokrat daerah?

Herzaky menegaskan, Ibas bersama para pengurus daerah memiliki konsensus. Isinya, seluruhnya sepakat AHY menjadi ketua umum secara aklamasi di kongres nanti.

"Seluruh pimpinan partai, ketua-ketua DPD dan DPC serta EBY (Ibas) sendiri memiliki konsensus untuk mendukung dan mengusung AHY sebagai calon ketua Umum 2020 secara aklamasi," tegas dia.

Sekali lagi, dia membantah informasi yang menyatakan bahwa Ibas dan AHY saling berebut alias dwitunggal di internal Demokrat.

"AHY-EBY solid untuk bersama-sama memajukan Partai bersama seluruh kader Partai Demokrat," tutup dia.

3 dari 3 halaman

Sebelumnya diberitakan, sumber merdeka.com mengungkap, Ibas tengah mengumpulkan tanda tangan di daerah demi maju Kongres Demokrat.

"Ibas sudah kumpulkan tanda tangan dukungan tertulis, kakaknya sepertinya kalah selangkah," kata sumber merdeka.com.

Ibas disebut sudah mendapatkan sejumlah tanda tangan dari pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota sejumlah daerah.

Ibas tak bisa dikonfirmasi soal ini. Merdeka.com telah mencoba mengontak langsung Ibas maupun melalui stafnya. Namun saat diminta wawancara tentang Kongres Demokrat, tidak ada jawaban lagi.

"Mereka sepertinya gerakan silent," bisik sumber itu lagi.

Sumber dari Politikus Senior Demokrat mengakui, antara AHY dan Ibas sudah bergerak. Peta kekuatannya juga telah bisa dilihat dengan kasat mata. Dia mengatakan, orang-orang DPP Demokrat kebanyakan mendukung AHY. Sementara Ibas, didukung oleh para loyalisnya di Fraksi Demokrat DPR. "Semua tergantung SBY, Ibas anak yang patuh," kata mantan Anggota DPR dari Demokrat itu.

Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan juga bungkam ditanya soal kongres. Usai rapat dengan Menkum HAM Yasonna Laoly di DPR, 24 Februari kemarin, Hinca menutup mulut rapat-rapat. "Kalau mau bicara itu, silakan ke DPP," kata Hinca sambil tersenyum. (mdk/rnd)

Baca juga:
Demokrat Enggan Merapat ke PDIP dan Gerindra, PKS Masih Buka Kemungkinan Koalisi
Demokrat: 2024 Masih Lama, PDIP dan Gerindra Sudah Mulai Genderang Bersatu
Kubu Cikeas vs Kubu Condet di Kongres Demokrat
Takhta Demokrat: Gerilya Ibas Gembosi AHY
Demokrat Sindir Pimpinan DPR: Bapak Ibu Ini Bukan Kantor Cabang Eksekutif
Yasonna Ngaku Tak Kenal Masiku, Politisi Demokrat Bilang 'Jangan Bohong Pak Menteri'
Demokrat Duga Harun Masiku Dibunuh, PDIP Tolak Ikut Campur

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami