Demokrat Ingin Gabung Jokowi, PDIP Bilang 'Sudah Sangat Terlambat'

POLITIK | 12 Agustus 2019 19:28 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Partai Demokrat mengakui mayoritas kader ingin membawa partai untuk bergabung dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Namun, hal tersebut dipandang terlambat oleh PDIP.

Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira mengakui, Demokrat memang lebih dekat dengan Jokowi-Ma'ruf. Namun, dia menyayangkan hal tersebut baru dilakukan pasca Pilpres 2019.

"Seharusnya ini sudah dilakukan sebelum pilpres. Sudah sangat terlambat apabila baru sekarang diekspresikan," jelas Andreas kepada merdeka.com, Senin (12/8).

Andreas melihat, Demokrat ingin mendekat ke Jokowi-Ma'ruf karena ingin mendapatkan pembagian kekuasaan. "Pernyataan ini juga bisa diartikan bahwa PD ingin mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, tentu dengan harapan ada power sharing dalam kabinet nanti," tambah Andreas lagi.

Keputusan bergabung tidaknya Demokrat akan menjadi pertimbangan Presiden Jokowi dan pimpinan parpol koalisi. Tapi, Andreas yakin, Jokowi akan mencermati melihat kemungkinan dukungan yang merapat pasca Pilpres 2019.

"Tentu Presiden Jokowi akan lebih jeli melihat kemungkinan-kemungkinan dukungan yang mengalir pasca kemenangan dan mengelola dukungan-dukungan tersebut sehingga pemerintahan lima tahun ke depan tetap efektif," tutup Andreas.

Sementara itu, Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari senang dengan niatan Demokrat bergabung.

"Ini sesuatu yang harus ditanggapi dengan positif atas inisiatif teman-teman di Partai Demokrat," kata Eva.

Namun Eva mengingatkan, jika benar Demokrat bergabung, harus taat kepada keputusan Jokowi nanti. Eva yakin dukungan tersebut akan dibahas Jokowi bersama partai koalisi.

"Dan saya yakin Pak Jokowi akan membahasnya, menerimanya tetapi dengan mendiskusikan dengan parpol pengusung yang lain," ujar Eva.

Eva mendukung Demokrat untuk bergabung. Sebab, dia berharap dukungan Demokrat makin membuat kondisi politik kondusif dan membantu Jokowi mewujudkan nawacita.

"Dan ini suatu perkembangan yang menarik karena makin banyak yang akan bergabung dan mudah-mudahan politik kita makin stabil makin kondusif dan semakin bisa untuk saling membantu untuk mewujudkan titipan rakyat yaitu nawacita," pungkasnya.

Waketum Demokrat Syarief Hasan mengungkap kondisi internal partainya yang mayoritas ingin bergabung ke pemerintahan Jokowi. Dengan catatan, ada chemistry yang terbangun antara koalisi Jokowi-Ma'ruf dan Demokrat.

"Memang mayoritas memang ya sih ingin ya bergabung, dengan catatan ya kalau memang chemistry dan kebersamaan ya bisa dibangun," ucap Syarief saat dihubungi merdeka.com, Senin (12/8).

Syarief menegaskan, keputusan sikap politik Demokrat akan ditentukan melalui rapat Majelis Tinggi partai. Rapat itu akan dipimpin langsung oleh SBY.

Hal ini sekaligus membantah klaim Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menyatakan partainya sudah resmi dukung Jokowi.

"Keputusan partai kalau resmi itu melalui majelis tinggi. Gitu loh. Dan nanti akan disampaikan secara resmi," tambah Syarief. (mdk/rnd)

Baca juga:
Ferdinand Hutahaean: Demokrat Resmi Dukung Jokowi-Ma'ruf
NasDem Belum Percaya Demokrat Resmi Dukung Jokowi-Ma'ruf
Bantah Ferdinand, Syarief Hasan Sebut Demokrat Belum Resmi Dukung Jokowi
Demokrat Akui Mayoritas Kader Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf
Syarief Hasan: Secara Implisit, Koalisi Jokowi Setuju Demokrat Gabung
Sakit Keras, Ibu Kandung SBY Masuk Rumah Sakit
SBY Jarang Tampil, Demokrat Sebut sedang Fokus Urus Ibu yang Sedang Sakit

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.