Demokrat ke Marzuki Alie: Jangan Mencoba Mengadu Domba SBY dan Megawati

Demokrat ke Marzuki Alie: Jangan Mencoba Mengadu Domba SBY dan Megawati
sby mega. ©2012 Merdeka.com
NEWS | 18 Februari 2021 19:21 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mempertanyakan motif Marzuki Alie menyampaikan pengakuan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah bilang Megawati kecolongan dua kali. Pernyataan itu pun memicu sindiran PDIP kepada Partai Demokrat.

Herzaky mempertanyakan motif Marzuki yang kerap membantah tidak terlibat gerakan kudeta, malah menyebar tuduhan dan informasi yang tidak bisa diverifikasi.

"Pertanyaan besar kemudian mengemuka tatkala Pak Marzuki Alie yang sebelumnya selalu mengklaim tidak terlibat GPK PD, mengapa ikut-ikutan menyebar tuduhan dan informasi yang tidak dapat diverifikasi, selain oleh Pak Marzuki Alie sendiri?" ujar Herzaky dalam keterangannya, Kamis (18/2).

Herzaky menegaskan, masalah gerakan kudeta Partai Demokrat ini bukan masalah AHY melawan Presiden Joko Widodo, bukan pula biru melawan merah. Apalagi mengaitkan hubungan Megawati dengan SBY.

Ia pun meminta semua pihak tidak mencoba mengadu domba antara SBY dan Megawati. Serta mengadu domba Partai Demokrat dengan PDIP

"Kami minta setiap pihak untuk tidak mencoba mengadu domba Bapak SBY dan Ibu Megawati ataupun mengadu domba Partai Demokrat dan PDIP," tegasnya.

SBY dan Megawati adalah tokoh yang pernah menjadi presiden. Herzaky menilai tidak sepantasnya dibawa-bawa demi kepentingan pribadi. Ia meminta agar semua pihak bicara mengedepankan fakta dan data. Bukan menyebar fitnah.

"Beliau-beliau, Bapak SBY, Ibu Megawati, selaku putra-putri terbaik bangsa yang pernah dipercaya memimpin negeri ini, sudah sepantasnya kita tempatkan di posisi terhormat. Tidak malah kita bawa-bawa dan adu domba untuk kepentingan pribadi, apalagi segelintir orang yang tidak bermartabat," kata Herzaky.

2 dari 2 halaman

PDI Perjuangan dan Demokrat sedang panas. Penyebabnya, pengakuan mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie. Marzuki menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menyatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dua kali kecolongan saat Pilpres.

Marzuki bercerita saat berbincang dengan eks politikus Partai NasDem Akbar Faisal dalam kanal YouTube Akbar Faisal Uncensored. Merdeka.com menghubungi Marzuki untuk mengonfirmasi cerita tersebut.

Tapi, Marzuki menolak bercerita. Mengenai kebenaran cerita itu, Marzuki mempersilakan agar melihat saja tayangan wawancara dengan Akbar Faisal di YouTube.

Dalam wawancara, awalnya Marzuki menanggapi tuduhan terlibat isu kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia pun bercerita pernah menjadi orang yang dipercaya SBY.

Pada 2004, Marzuki orang yang pertama kali diberitahu SBY akan maju dalam Pilpres dengan menggandeng Jusuf Kalla. Marzuki diundang SBY bertemu di suatu hotel Sheraton Bandara. Ia pikir akan digelar rapat karena Demokrat baru saja dinyatakan lolos Pileg.

"Rupanya yang datang SBY sendiri. Saya kaget. Rupanya dalam bicara itu beliau menyampaikan, oke kita sudah lolos, karena sebelumnya saya ikut dalam kampanye saya sering bicara di tim kampanye. Pak SBY tahu persis kerjaan saya. SBY menyampaikan 'saya akan berpasangan dengan pak JK'," kata Marzuki dikutip Kamis (18/2).

Menurut pengakuan Marzuki, SBY saat itu bilang bahwa Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali. Pertama, karena SBY mundur dari kursi Menkopolhukam kabinet gotong royong untuk maju menjadi capres. Kedua adalah kecolongan karena Jusuf Kalla maju bersama SBY di Pilpres sebagai cawapres. JK saat itu juga menjabat Menko Kesra kabinet gotong royong.

"Ini bu Mega akan kecolongan dua kali. Kecolongan pertama dia yang pindah. Kecolongan kedua dia ambil pak JK," Marzuki menceritakan. (mdk/ray)

Baca juga:
Cerita Marzuki Alie Soal SBY Bilang Mega Kecolongan Bikin Panas PDIP
Andi Arief Sebut PDIP Dendam pada SBY Karena Menantu Sarwo Edhie
AHY Ungkap Gerakan Kudeta Partai Demokrat Masih Berlanjut, Pakai Pola Kuno
Demokrat Pertanyakan Jokowi Tolak RUU Pemilu Tapi Lempar Wacana Revisi UU ITE
AHY Sebut Jokowi Tak Tahu Ada Bawahannya Mau Mengkudeta Demokrat

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami