Demokrat: Pansus Bisa Ungkap Kasus Jiwasraya Secara Komprehensif

POLITIK | 19 Januari 2020 17:36 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi menilai pengusutan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) membutuhkan Panitia Khusus (Pansus). Pansus diyakini bisa mengungkap siapa saja pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Untuk membuat masalah ini lebih dalam dan komprehensif dan bisa mengungkapkan pelaku sampai lebih jauh, hanya dengan Pansus bisa dilakukan," kata Didi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/1).

Menurutnya, Pansus mempunyai kewenangan yang berbeda dengan Panitia Kerja (Panja). Pansus bisa menyelidiki hak angket dan hak interpelasi. Sementara Panja sebatas komisi dan kewenangannya terbatas.

"Pansus ini juga bisa mengantisipasi manakala ada pihak-pihak yang belum dikatakan terungkap bisa dipanggil dalam proses penegakan hukum dengan haknya," ujarnya.

"Pansus hak angket tadi dan jangan lupa manakala ada orang yang mangkir orang-orang yang disinyalir ada orang lain lagi, lalu menghindar proses hukum dan politik itu bisa dilakukan pemanggilan secara paksa dengan kewenangan Pansus dengan menggunakan aparat penegak hukum kepolisian," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Jangan Anggap Remeh Kasus Jiwasraya

Ia pun ingin, kasus yang menimpa perusahaan plat merah ini jangan dianggap remeh. Terlebih, saat ini sudah ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Jadi saya kira ini sekali lagi kerugian negara sangat besar sekali, jangan lupa ada Rp13,7 triliun bahkan bisa lebih dari itu mungkin. Oleh karenanya, jangan dianggap remeh kasus ini," ucapnya.

"Justru proses ini sangat membantu kita semua DPR dan pemerintah agar kasus ini bisa terungkap secara terang benderang prosesnya bisa lebih dalam komprehensif dengan proses yang dilakukan," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Alasan BUMN Pilih DPR Bentuk Panja Ketimbang Pansus untuk Jiwasraya
BUMN Cairkan Dana Nasabah Jiwasraya Rp2 Triliun Awal Maret
Percaya Kejagung, PDIP Tolak Pansus Jiwasraya
Demokrat: Skandal Jiwasraya Diduga Melibatkan Orang Dekat Kekuasaan
Investasi Turun, Taspen Masuk Pengawasan Ombudsman
Kasus Jiwasraya Dinilai Karena Kealpaan OJK

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.