Demokrat sebut peluang duet Jokowi-AHY masih terbuka

Demokrat sebut peluang duet Jokowi-AHY masih terbuka
POLITIK | 6 Maret 2018 18:25 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan peluang duet antara Joko Widodo dan Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu masih terbuka. Menurutnya, dalam politik segala kemungkinan bisa saja terjadi.

"Ya semua kemungkinan di politik kan terbuka. Anything posible gitu loh Tapi kan kita menyadari bahwa politik itu dalam konteks perjalanannya sangat dinamis," kata Didik saat dihubungi, Selasa (6/3).

Namun, Didik menyebut Demokrat belum memutuskan akan mencalonkan AHY maju bersama Jokowi atau pesaingnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kami mas AHY dan Demokrat ini belum final, apakah mas AHY kemudian akan maju di dalam konteks poros pak Jokowi atau pak Prabowo ataukah ada poros baru itu tentu ini sangat dinamis," terangnya.

Demokrat, kata Didik, masih menimbang dengan hati-hati apakah akan merapat ke kubu Jokowi, Prabowo atau bahkan bersama poros baru. Sebab, menurut dia, partainya masih menyerap aspirasi publik soal munculnya pemimpin alternatif.

"Dan kami tentu akan mengikhtiarkan sama-kader kader Demokrat se-Indonesia sama mas AHY untuk juga menilai publik sampai sejauh mana ekspetasinya akan lahirnya sebuah alternatif pemimpin baru," ujar Didik.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menolak menilai kecocokan antara Jokowi-AHY jelang Pilpres 2019. Amir menilai AHY memiliki potensi untuk menjadi pemimpin masa depan.

"Jangan bicara soal cocok tidak cocok ya. Yang jelas AHY adalah figur yang punya potensi. Tetapi biarlah dia menghadapi panggilan sejarahnya sendiri," klaimnya.

Lebih lanjut, Amir menyebut safari politik AHY dengan Jokowi dan sejumlah petinggi partai menunjukkan kepiawaian dalam berkomunikasi.

"Ini kan kalau kita lihat sebetulnya adalah kepiawaiannya seorang AHY di dalam berkomunikasi ya, pemimpin-pemimpin negara kita," tandas Amir.

Diketahui sebelumnya, AHY bertemu Presiden RI Joko Widodo untuk memberikan undangan acara Rapimnas di Sentul, Jawa Barat dan rencananya Jokowi akan hadir pada pembukaan di hari Sabtu (10/3). AHY membantah membahas pertemuannya dengan Jokowi juga masalah pencapresan. (mdk/fik)

Baca juga:
KPU sebut tak ada aturan larang Jokowi temui partai di Istana
Peneliti LIPI minta Jokowi fokus tuntaskan janji, ketimbang sibuk cari Cawapres
Gerindra buka peluang ikut poros partai Islam di 2019
PKB buka peluang bentuk poros baru dari partai berbasis Islam
Partai basis Islam bentuk poros ketiga, Gerindra ibaratkan Pilgub DKI 2017

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami