Demokrat Tak akan Blok Dukungan untuk Tokoh Populer Capres

Demokrat Tak akan Blok Dukungan untuk Tokoh Populer Capres
Deputi Bappilu DPP PD Kamhar Lakumani. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 16 September 2021 14:05 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, partainya tidak akan menutup dukungan terhadap tokoh-tokoh bakal capres yang moncer di survei. Dia mencontohkan Presiden Jokowi kala itu yang diusung PDIP sebagai capres padahal bukan ketum parpol.

"Tak menutup peluang terhadap calon populer, sebagaimana Pak Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019 yang lalu," katanya lewat pesan singkat, Kamis (16/9).

Menurutnya, semua partai ingin memperjuangkan kader utama dan terbaiknya untuk tampil sebagai kontestan. Namun, partai politik juga realistis dan rasional untuk menangkap aspirasi figur paling dikehendaki rakyat dan berkepentingan untuk memenangkan kontestasi.

"Dengan demikian, peluang figur-figur populer yang bukan ketum parpol tetap terbuka," ucapnya.

Meski begitu, ia mengakui peluang nyapres ketua umum parpol lebih besar karena syarat untuk maju sebagai pasangan Capres dan Cawapres mesti diusung oleh partai politik atau gabungan partai yang memiliki 25 persen perolehan suara.

"Atau 20 persen perolehan kursi di parlemen hasil Pemilu yang lalu sebagaimana diatur dalam UU Pemilu," tandas Kamhar.

Sebelumnya, Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fenandes menilai peluang para ketua umum atau elite parpol bertarung jadi Capres di Pemilu 2024 terbuka lebar. Apalagi, jika para parpol bersepakat untuk tidak mengusung calon populer seperti Ganjar, Ridwan Kamil dan Anies Baswedan.

"Kalau elite parpol memblok dukungan untuk calon populer, artinya mereka punya kesempatan untuk sama-sama bertarung. Kalau itu terjadi tentu elektabilitas seimbang semua," jelas dia.

Namun sebaliknya, jika ada satu parpol yang deklarasi calon presiden dengan elektabilitas tinggi misalnya Ganjar, Anies atau Ridwan Kamil. Maka, parpol lain juga akan mencari lawan yang seimbang.

Arya mengakui, Prabowo adalah ketum parpol satu-satunya yang memiliki elektabilitas capres tinggi. Tapi, kata dia, elektabilitas ketum Gerindra tersebut stagnan. Sehingga masih bisa terkejar oleh ketum lain seperti Airlangga, Muhaimin Iskandar dan AHY.

"Ada peluang (mengejar)," tegas Arya. (mdk/bal)

Baca juga:
Bakal Usung Cak Imin, PKB Nilai Tak Dukung Capres Populer Nonpartai Rasional
Mendagri Usul Pemungutan Suara Pemilu 2024 Dilakukan pada Bulan April atau Mei
Tak Setuju Usul KPU, Mendagri Minta Pelaksanaan Pemilu 2024 pada April atau Mei
PDIP Tak akan Blok Kandidat Capres Populer: Semua Parpol Mau Menang
KPU Usul Petugas Pemilu 2024 Diberi Jaminan Kesehatan dan Honor Layak

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami