Demokrat Tanya Penyidik Ditahan di PTIK, Ketua KPK Pilih 'No Comment'

POLITIK | 28 Januari 2020 11:43 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Rapat Kerja antara Komisi III DPR dan pimpinan KPK berjalan panas, Senin (27/1) kemarin. Sebab dalam rapat itu, dimanfaatkan oleh anggota DPR untuk bertanya tentang suap mantan Anggota KPU, Wahyu Setiawan, kasus yang tengah hangat ditangani KPK.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman bertanya tentang kabar penahanan penyidik KPK di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Saat itu, penyidik KPK disebut hendak melakukan operasi tangkap tangan, tapi diperiksa oleh polisi hingga diminta tes urine.

"Tolong penjelasan pak ketua KPK apakah tolong dijelaskan penyidik KPK semalam suntuk di PTIK, ada atau tidak? Kalau ada jelaskan, apa alasannya?" ujar Benny.

1 dari 3 halaman

Pertanyaan Benny membuat ruang Komisi III DPR hujan interupsi. Namun pimpinan sidang, Desmond J Mahesa meminta Firli menjawab, pertanyaan Benny menuai banyak protes.

Ketua KPK Firli Bahuri mengaku mendengar informasi tersebut hanya dari media. Dia mengatakan yang menggulirkan isu tersebut dari media.

Mantan Kabaharkam Polri itu enggan memberikan tanggapan karena pada saat peristiwa terjadi tengah berada di Surabaya.

"Waktu malam itu saya enggak ada di sini, dan informasi ada itu dari media, yang membicarakan media, untuk itu saya enggak bisa memberikan tanggapan karena malam tidak ada dan saya di Surabaya," ujar Firli.

2 dari 3 halaman

Firli mengaku tak bisa memberikan jawaban yang memuaskan kepada Benny. Termasuk soal keberadaan tersangka caleg PDIP Harun Masiku yang kini buron. Benny juga mencecar Firli terkait hal tersebut.

"Sulit menjelaskan kalau seandainya kita punya prime sendiri, pak pimpinan saya tidak akan menjelaskan lebih jauh, tapi nanti pak akan saya sampaikan nanti kepada yang bertanya kepada yang belum puas," jelasnya.

Jawaban Filri ini mengundang emosi Benny. Dia mengatakan, pertanyaan itu mewakili konstituennya di dapil NTT. Bukan hanya untuk memuaskan orang per orang.

"Saya wakil rakyat di sini, bukan memuaskan saya. Jangan begitu dong ngomongnya saya enggak butuh kepuasan, tapi konstituen saya punya hak, makanya saya tanya," kata Benny menginterupsi.

3 dari 3 halaman

Lantas, pimpinan rapat, Desmond J Mahesa menengahi. Dia mempertanyakan Firli apakah enggan menjawab pertanyaan Benny lantaran rapat dilakukan terbuka.

"Kalau penjelasan kami tidak ada yang perlu dirahasiakan. Saya kira itu, saya tidak enggak mau buat orang duga-duga, dengan beliau WA bisa, mohon maaf saya enggak mau buat KPK tertutup," jawab Firli. (mdk/rnd)

Baca juga:
KPK Panggil Dirut PT Waskita Beton Terkait Dugaan Korupsi Proyek Fiktif
Dewan Pengawas KPK Bakal Buat Aplikasi Izin Penyadapan
KPK Bakal Evaluasi Pemanggilan Saksi
Ketua KPK Tegaskan akan Periksa Semua Pihak Terkait Harun Masiku
Ini Kasus-kasus yang akan Dihentikan KPK
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RTH di Bandung

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.