Di Acara Hanura, Jokowi Cerita Pernah Ditolak OSO

POLITIK | 24 Januari 2020 22:09 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) cerita ditolak Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) saat mau memberikan jabatan Wantimpres. Awalnya, Jokowi mengakui bila Wantimpres tidak boleh merangkap pimpinan parpol.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara Pengukuhan Pengukuhan DPP Partai Hanura masa bakti 2019-2024 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Jumat (24/1).

"Saya juga jadi tahu, tadi juga sudah disampaikan di dalam layar. Mengapa Pak OSO tidak bersedia jadi Wantimpres, baru tahu saya, alasan pertama ini undang-undang, jadi kalau jadi Wantimpres itu tidak boleh merangkap sebagai pimpinan parpol, gak boleh," kata Jokowi.

1 dari 1 halaman

Kemudian, Jokowi mengaku baru tahu OSO lebih pilih membangun partai Hanura ketimbang jabatan Wantimpres.

"Alasan kedua, karena Pak OSO lebih mencintai Hanura dibanding duduk di Wantimpres, baru tahu saya juga," kata Jokowi.

Dengan hal tersebut, Jokowi yakin jika Hanura bisa dikelola secara profesional dan penuh kecintaan seperti yang ditunjukkan Pak OSO, maka Hanura akan jadi partai besar.

"Dan itu ditunjukkan anggota DPRD di seluruh tanah air baik di provinsi Kabupaten kota ada 870 anggota dewan dari partai hanura yang duduk di DPRD," pungkasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Gibran Maju Pilwalkot Solo, OSO Siap Dukung Calon yang Punya Kemampuan
OSO Sebut Para Pencipta Riak-riak Politik Sudah Hengkang dari Hanura
Dipimpin OSO dan Gede Pasek, Ini Pengurus Hanura 2019-2024
Jokowi Singgung OSO Kenapa Tak Diundang di Munas Hanura
Jokowi-Ma'ruf Hadiri Pengukuhan Pengurus Baru Hanura 2019-2024

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.