Di Munas Alim Ulama, Ketum PPP dielu-elukan jadi cawapres Jokowi

Di Munas Alim Ulama, Ketum PPP dielu-elukan jadi cawapres Jokowi
Ketum PPP Romahurmuziy. ©2018 Merdeka.com/Nuryandi
POLITIK | 13 April 2018 17:11 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengelu-elukan Ketua Umum M Rommahurmuziy sebagai calon wakil presiden bagi Joko Widodo. Dorongan itu terlihat dari sambutan Ketua Pelaksana Munas Alim Ulama, Ahmad Mustaqim.

Mengakhiri sambutannya, Mustaqim menyampaikan pantun berisi harapan agar Romi menjadi cawapres Jokowi. Pantun ini dibacakan langsung di depan Romi.

"Mega pelangi tertutup awan. Sang Bidadari Turun Dari Kayangan," kata Mustaqim membuka pantunnya di arena Munas Alim Ulama, Jumat (13/4).

"Telah banyak capres dan cawapres yang dideklarasikan. Hanya pasangan Joko Widodo-Romi yang dinanti-nantikan," sambungnya.

Pantun Mustaqim soal Romi menjadi cawapres Jokowi itu disambut tepuk tangan dan sorak sorai dari seluruh kader dan peserta Munas Alim Ulama PPP.

Hadir dalam Munas Alim Ulama ini, Ketua Majelis Syariah DPP PPP KH Maemun Zubair, Sekretaris Majelis Syariah PPP KH Lukman Hasibuan, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP Suharso Monoarfa serta Sekjen PPP Arsul Sani.

Romi menjadi salah satu kader yang dipertimbangkan diusung menjadi cawapres Jokowi. Akan tetapi, PPP menyatakan pembahasan cawapres akan dilakukan bersama partai-partai koalisi Jokowi usai Pilkada. (mdk/dan)

Baca juga:
Pemilu 2019, PPP tak ingin bernasib sama seperti partai pendukung SBY di 2009
Di Munas alim ulama, PPP tak sodorkan kandidat cawapres Jokowi
PPP sindir etika Cak Imin yang deklarasi cawapres Jokowi
Deklarasi Ketum PPP cawapres Jokowi tunggu fatwa kiai 34 provinsi
PKS: Jika Jokowi kampanye pakai pesawat Kepresidenan, calon lain boleh juga dong

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami