Di Munas alim ulama, PPP tak sodorkan kandidat cawapres Jokowi

Di Munas alim ulama, PPP tak sodorkan kandidat cawapres Jokowi
PPP bakal gelar Munas Alim Ulama. ©2016 Merdeka.com/Fauzi Alfiansyah
POLITIK | 13 April 2018 09:34 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Mustaqim mengatakan, DPP tidak akan menawarkan nama-nama calon wakil presiden kepada para ulama saat forum musyawarah nasional (Munas). Pengurus DPP tidak bisa mengarahkan materi Munas kepada para ulama.

Sebab, kata Mustaqim, para kiai dan ulama memiliki ciri khas sangat independen dan keyakinan sendiri. Sehingga, para kiai dan ulama akan saling bertukar pikiran hingga mencapai kesepakatan terkait isu-isu kebangsaan, termasuk soal kepemimpinan nasional dan konfigurasi Pemilihan Presiden.

"Oh enggak enggak. Tidak ada nama apapun karena saya paham persis selaku ketua OC, bicara nama tidak ada," kata Mustaqim di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/4) malam.

Namun, Ketua Organizing Committee Munas Alim Ulama PPP ini menyebut tak tertutup kemungkinan ulama akan membahas kriteria dan sosok cawapres Jokowi.

"Bisa jadi bisa jadi, sangat mungkin sangat mungkin. Misalnya tadi berbicara Pilpres kayak apa pemimpin nasional yang diperlukan, cirinya kayak apa, kalau ciri presidennya kayak apa mungkin ciri-ciri wapresnya kayak apa. Itu mungkin saja menjadi bagian," ujarnya.

Kemudian, hasil pembahasan Munas Alim Ulama nantinya menghasilkan rekomendasi yang harus dijalankan oleh PPP. Mustaqim menyebut rekomendasi hasil Munas bersifat mengikat.

Rekomendasi itu akan menjadi panduan untuk menjawab berbagai persoalan bangsa serta persiapan menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

"Ya namanya munas untuk internal pasti mengikat dan itu memang, munas ulama ini tatarannya tertinggi untuk ulama seluruh Indonesia," tandas Mustaqim.

Koordinator Acara Munas Alim Ulama PPP Muhalim menambahkan, forum ini merupakan bagian dari konsolidasi partai. PPP ingin meminta masukan dari para ulama jelang Pilkada dan Pemilu Serentak.

"Ini adalah bagian konsolidasi partai. Tentu materi yang harus dibahas adalah tidak lain 1 tahun ke depan jelang Pemilu 2019 terus Pilkada Serentak," tandasnya.

Sebagai informasi, salah satu kader PPP yang dipertimbangkan diusung menjadi cawapres Jokowi adalah Ketua Umum M Rommahurmuziy. Akan tetapi, PPP menyatakan pembahasan cawapres akan dilakukan bersama partai-partai koalisi Jokowi usai Pilkada.

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar musyawarah nasional (Munas) Alim Ulama di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah pada 13-14 April 2018. Wasekjen PPP Ahmad Baidowi (Awiek) mengatakan forum tersebut akan membahas isu-isu kebangsaan seperti kepemimpinan nasional dan konfigurasi Pilpres 2019.

Awiek menyebut Munas juga kemungkinan akan membahas calon wakil presiden yang layak mendampingi Joko Widodo.

"PPP sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi. Maka, nanti akan dibahas terkait cawapes Jokowi," kata Awiek. (mdk/rnd)


Deklarasi Ketum PPP cawapres Jokowi tunggu fatwa kiai 34 provinsi
Sandiaga: Saya berharap Pak Anies fokus di Jakarta
Sekjen Gerindra sebut Jokowi tak bisa gunakan fasilitas negara karena cuti
Sandiaga: Pertarungan Prabowo dan Jokowi ibarat David VS Goliath
Prabowo siap nyapres, Hanura ingin AHY dan Zulkifli Hasan menyusul
PPP sindir etika Cak Imin yang deklarasi cawapres Jokowi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami