Di Rapat Paripurna, DPR Bacakan Surat Jokowi Soal Pemindahan Ibu Kota

POLITIK | 27 Agustus 2019 11:52 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8). Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menjadi pimpinan sidang mengatakan pihaknya sudah menerima surat Presiden Joko Widodo soal kajian pemindahan ibu kota.

"Kami beritahukan kepada pimpinan dewan, bahwa telah menerima surat dari presiden nomor R34/PRES/08/2019 tanggal 23 Agustus 2019, perihal penyampaian hasil kajian dan permohonan dukungan pemindahan ibu kota," kata Fahri.

Fahri menjelaskan dengan diterimanya surat dari presiden, DPR akan segera menindaklanjuti sesuai dengan tata tertib DPR.

"Untuk surat tersebut sesuai keputusan DPR RI Nomor 1 tahun 2014 tentang tata tertib akan dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan lokasi ibu kota baru. Jokowi mengatakan, lokasi ibu kota baru akan berada di kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

"Pemerintah telah melakukan kajian mendalam dan kita intensifkan dalam 3 tahun. Dan lokasi ibu kota baru yang paling baru adalah di sebagian kabupaten, Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur," jelas Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8).

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Menteri Favoritmu, Mana yang Layak Dipertahankan? Klik disini (mdk/bal)

Baca juga:
Fahri Hamzah: Tidak Boleh Kita Bangun Jantung Negara Pakai Uang Swasta
Media Asing Soroti Pemindahan Ibu Kota, Sebut Jakarta akan Tenggelam
MenPAN-RB Sebut ASN akan Diberikan Hunian di Ibu Kota Baru
Ibu Kota Pindah, Gedung Pemerintahan di Jakarta Disulap Jadi Lahan Bisnis
Pemkot Samarinda Siapkan Lahan 100 Hektare untuk Pemindahan Balai Kota
Menolak Dipindah ke Ibu Kota Baru, PNS Bakal Disanksi?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.