Didukung Jadi Ketua DPR, Ini Jawaban Santai Puan Maharani

POLITIK | 14 Mei 2019 14:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Nama Puan Maharani disebut menjadi kandidat terkuat Ketua DPR periode 2019-2024. Wacana ini pun didukung oleh sejumlah partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Terkait hal ini, Puan mengaku dirinya masih berfokus menjalankan tugas sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

"Saya masih fokus jadi Menko PMK sampai insya allah sampai akhir masa jabatan dan saat ini kan kita masih menunggu hasil real count sampai tanggal 22 (Mei 2019), jadi masih fokus pada hal tersebut," ujar Puan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/5).

Menurut dia, hingga kini belum ada pembicaraan di internal partainya terkait penugasan di DPR. Puan memastikan belum ada keputusan resmi terkait posisinya di DPR.

"Alhamdulillah memang sesuai dengan UU MD3, partai pemenang pemilu dan sesuai suara proporsional yang nantinya akan menduduki posisi-posisi pimpinan, salah satunya pimpinan di DPR. Tapi siapa kemdian bagaimana kriterianya dan lain-lain itu kan masalahnya ada di internal partai masing-masing," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebut putri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani adalah sosok paling berpeluang menjadi Ketua DPR RI.

"Puan Maharani memang kader PDIP yang paling berpeluang untuk menjadi Ketua DPR RI," kata Basarah di Jakarta, Senin, 13 Mei 2019 malam.

Basarah mengatakan, Puan berpengalaman di eksekutif sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Sedangkan pengalaman di legislatif, Puan menjabat Ketua Fraksi PDIP di DPR RI periode 2009-2014. "Dan sudah 3 periode menjadi pengurus DPP PDIP," imbuh Basarah.

Wakil Ketua MPR itu mengatakan, legitimasi Puan sebagai calon Ketua DPR diperkuat dengan perolehan suara di Pileg 2019. Puan Magarani, kata Basarah memecahkan rekor perolehan suara tertinggi sebanyak 420 ribu suara.

Kendati peluang Puan kian terbuka sebagai Ketua DPR, keputusan akhir tetap berada di tangan ibunya, Megawati Soekarnoputri. Basarah menyebut keputusan siapa yang menjadi Ketua DPR merupakan hak prerogatif Megawati sebagai ketua umum.

"Sebaiknya kita tunggu saja bagaimana keputusan Bu Mega dalam waktu yang paling tepat," tandas Basarah.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

(mdk/rnd)