Din Bicara Pemakzulan Versi Islam, PKB Bilang Prosesnya Tak Mudah

Din Bicara Pemakzulan Versi Islam, PKB Bilang Prosesnya Tak Mudah
POLITIK | 2 Juni 2020 15:07 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Politikus PKB Marwan Dasopang menilai, pemakzulan presiden tidak bisa ditafsirkan secara politis. Sebab, sudah diatur perihal pemakzulan dalam undang-undang.

Hal itu menanggapi dosen pemikiran politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Din Syamsudin bicara tiga syarat memakzulkan kepala negara merujuk pendapat pemikir politik Islam, Al Mawardi.

"Saya pikir kalau sekarang mekanisme pemakzulan jelas syaratnya. Apakah Din Syamsuddin apa merujuk pasal-pasal, bisa cermati pasal-pasalnya. Karena pemakzulan presiden tidak bisa ditafsirkan secara politis apalagi masa lalu," kata Marwan kepada wartawan, Selasa (2/6).

Marwan mengatakan, tidak mudah untuk memakzulkan presiden. Ada proses panjang yang telah diatur oleh undang-undang.

"Tak mudah kalau di dalam pasal-pasal pemakzulan kita karena melalui pengadilan, melalui apa semua kan panjang," kata dia.

Marwan menilai, tak perlu mempermasalahkan pernyataan Din. Sepanjang hanya bicara sejarah politik dan berwacana. Berbeda kasusnya jika sudah menyiapkan gerakan politik untuk memakzulkan presiden.

"Saya pikir sepanjang wacana enggak lah. Kecuali ada gerakan politik pemakzulan itu makar namanya," kata Wakil Ketua Komisi VIII itu.

Sementara, Marwan menilai diskusi yang diwacanakan oleh mahasiswa di UGM tak sampai bicara pemakzulan. Menurut dia, diskusi itu sebetulnya dalam konteks membahas pengunduran diri oleh kepala negara yang juga telah diatur dalam undang-undang. Menurut Marwan terlalu berlebihan paranoid dengan diskusi yang digelar kampus itu.

"Kalau ada yang mengkritisi itu, terlalu paranoid itu, biasalah di kampus berbagai hal dikaji," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Din Ungkap 3 Syarat Pemimpin Dimakzulkan

Diberitakan, dosen pemikiran politik Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Syamsuddin mengungkapkan, ada tiga syarat untuk memakzulkan kepala negara. Tiga syarat ini merujuk pada pendapat pemikir politik Islam, Al Mawardi.

Syarat pertama, tidak adanya keadilan. Pemimpin bisa dimakzulkan bila tidak bisa berlaku adil, misalnya hanya menciptakan satu kelompok lebih kaya.

"Prinsip freedom menyerukan kepada rakyat untuk melawan pemimpin yang zalim, kepemimpinan yang tidak adil terutama jika kepemimpinan itu membahayakan kepentingan bersama seperti melawan konstitusi," kata Din.

Syarat kedua, lanjut Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu, ketika pemimpin tidak memiliki ilmu pengetahuan yang cukup. Pemimpin tersebut juga tidak memberi ruang bagi dunia akademik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kalau ada pembungkaman kampus, pembungkaman akademik, pemberangusan mimbar akademik itu sebenarnya bertentangan secara esensial dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam praktik-praktik sebaliknya adalah pembodohan kehidupan bangsa," jelas Din.

Terakhir, pemimpin bisa dimakzulkan ketika dia kehilangan kewibawaan dan kemampuan memimpin, terutama dalam masa kritis. Terlebih, jika dalam situasi kritis, pemimpin mudah didikte atau ditekan orang di sekelilingnya atau pihak luar.

"Seorang pemimpin itu akan dilihat saat situasi kritis, bisakah dia memimpin? Maka oleh para ulama mengatakan bisa dimakzulkan jika seorang pemimpin tertekan oleh kekuatan-kekuatan lain, terdikte kekuatan-kekuatan lain, terdikte oleh orang baik warga atau orang terdekatnya untuk bisa menjalankan kepemimpinannya," papar Din. (mdk/rnd)

Baca juga:
Buya Syafii: Bicara Pemakzulan Saat Pandemi Corona Menambah Beban Rakyat
Din Bicara Pemakzulan Versi Islam, PDIP Nilai Masukan Penting
'Jalur Ekstra Konstitusional Bisa Ditempuh untuk Memakzulkan Pemimpin Zalim'
Din Syamsuddin Cerita 3 Syarat Presiden Boleh Dimakzulkan Menurut Islam
Soal Diskusi UGM, Din Tegaskan Pembungkaman Bertentangan dengan UUD '45
Din Syamsuddin Minta Warga Tidak Tolak Jenazah Covid-19, Penyakit Ini Bukan Aib

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5