Disaksikan Gibran-Teguh, Musyawarah Ranting PDIP di Solo Diwarnai Aksi Walk Out

Disaksikan Gibran-Teguh, Musyawarah Ranting PDIP di Solo Diwarnai Aksi Walk Out
POLITIK | 11 Agustus 2020 18:02 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Musyawarah Ranting (Musran) PDIP yang dilakukan oleh lima PAC PDIP Solo secara marathon diwarnai kekecewaan dan protes dari para kader di tingkat ranting. Seperti yang terjadi saat Musran PAC Laweyan, di Graha Saba, Senin (10/8) malam.

Sejumlah kader dari Kelurahan Pajang melakukan aksi walk out. Tindakan sejumlah kader tersebut disertai dengan aksi lepas baju kebesaran partai berlogo banteng moncong putih itu. Dalam video yang beredar sempat juga terjadi perdebatan sesama kader partai.

Aksi walk out diduga dipicu dari hasil rekomendasi jabatan ketua, sekretaris dan bendahara ranting yang dinilai tidak sesuai usulan. Musran PAC PDIP Laweyan juga dihadiri pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.

Informasi dihimpun menyebutkan, Bendahara DPC PDIP Solo, Jhoni Sofyan Erwandi ditunjuk untuk memimpin musyawarah Ranting PDIP Pajang. Agenda Musran ini adalah membacakan hasil restrukturisasi ranting untuk periode 2020-2025, membacakan SK demisioner pengurus ranting periode 2015-2020, dan pembacaan rekomendasi DPC PDIP Solo untuk mengisi jabatan ketua, sekretaris dan bendahara (KSB) ranting.

Namun belum juga rekomendasi selesai dibacakan, peserta Musran Ranting Pajang sudah melakukan interupsi beberapa kali dengan dalih tidak menerima rekomendasi DPC PDIP Solo untuk posisi ketua ranting Pajang. Tidak lama kemudian rombongan Ranting PDIP Pajang melepas seragam PDIP dan keluar ruangan.

"Kami kecewa dengan rekomendasi DPC PDIP Solo untuk jabatan Ketua Ranting PDIP Pajang," ujar Ketua Anak Ranting PDIP RW 08 Pajang, Subagyo Budi Santoso, Selasa (11/9).

Menurut dia, jabatan Ketua Ranting PDIP Pajang rekomendasi DPC PDIP namanya tidak ada dalam hasil penjaringan saat pra-Musran. Di mana ada empat nama yang terjaring dan diusulkan untuk mengisi KSB ranting. Mereka yaitu Kristianto, Endariyanto, Eko Pranoto dan Nurhadi.

"Selama bekerja sama puluhan tahun dengan mereka Ranting PDIP Pajang solid, Satgas PDIP maju, serta perolehan suara naik signifikan. Faktanya justru malah tidak dapat rekom. Kami kecewa dengan Musran," pungkas dia. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami