Diserang Andi Arief, Hasto tegaskan PDIP tak pengalaman bajak kader partai lain

POLITIK | 30 Agustus 2018 14:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan partainya tidak pernah menarik atau membajak kader partai lain untuk bergabung. Menurutnya, nama sejumlah politisi yang merapat ke barisan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin tidak serta merta bergabung dengan partai berlambang banteng bermoncong putih itu.

"Kami tidak pernah tarik-menarik, kami tidak punya pengalaman membajak kader lain. Coba dilihat mana, kemarin bergabung tidak ke PDIP, ini bergabung ke Tim Pemenangan Pak Jokowi, karena kepemimpinannya," ucap Hasto di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (30/8).

Jika ada kader PDIP yang bergabung ke partai lain, maka partainya memilih untuk melakukan introspeksi diri.

"Kalau kami di PDIP, Saya tanya Bung Antoni (Sekjen PSI) ketika ada kader kami yang pindah, kami lebih melakukan introspeksi diri ke dalam," ucapnya.

Sebelumnya, Wasekjen Demokrat Andi Arief geram dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto lantaran ditunjuknya Deddy Mizwar sebagai juru bicara Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Andi menuding Hasto membajak Deddy Mizwar. Dia meminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menertibkannya.

"Saya berharap Ibu Megawati bisa menertibkan dari mulai mulut sampai tindak tanduk Hasto yang sudah di luar batas ingin merusak Partai Demokrat, kami bukan hanya marah, tapi sudah taraf eneg," cuit Andi.

Dia juga mengklaim, bahwa ada kader PDIP sempat ditawari menjadi menteri tahun 2009. Dirinya menduga inilah alasan Hasto meradang dengan Demokrat.

"Pada tahun 2009 memang ada beberapa kader PDIP yang ditawarkan jabatan menteri KIB II, Nama Hasto memang tidak ada, apakah karena itu dendam kesumat Hasto terhadap Demokrat gak pernah padam?," lanjut Andi.

Dia pun mempertanyakan kepada Megawati, kenapa memberi izin Hasto untuk membajak kadernya. Dirinya lantas mempertanyakan PDIP tak punya kader berkualitas.

"Saya tidak mengerti kenapa Ibu Megawati merestui Hasto yang rajin membajak kader Demokrat untuk gabung ke tim Jokowi. Apakah PDIP sudah sangat miskin kader berkualitas?," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Dijagokan jadi ketua Timses Jokowi, Erick Thohir mengaku masih fokus Asian Games
Asal bukan serang Jokowi, Sekjen PDIP rela disebut bikin 'enek' oleh Andi Arief
Lihat hasil Pilgub Jabar, Gerindra tak takut Deddy Mizwar gabung Jokowi
Deddy Mizwar jadi jubir Jokowi, Sandiaga harap Pilpres 2019 lebih sejuk
Kader Demokrat dibajak, Andi Arief ngaku 'enek' dengan Sekjen PDIP
Debat soal ekonomi penting agar masyarakat tahu kondisi yang sesungguhnya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.