Ditawari Jadi Menteri, Ini Pesan WA Diterima Mahfud Untuk Menghadap Jokowi

POLITIK | 21 Oktober 2019 13:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendapat tawaran dari Presiden Joko Widodo untuk mengisi salah satu pos kementerian. Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu mengaku tak tahu akan ditempatkan di mana.

Mahfud mengatakan hanya mendapat pesan via WhatsApp dari protokoler Istana Kepresidenan. Pesan itu baru dibacanya Minggu dini hari saat hendak melakukan salah tahajud. Isinya, undangan dari Jokowi untuk datang ke Istana.

"Di WhatsApp. (Isinya) 'Bapak besok datang ke istana diundang oleh bapak presiden'. Saya bangun jam 03.00 WIB, mau salat tahajud itu, kok ada pesan," ungkap Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10).

"Saya buka ada pesan dari protokoler istana, saya ditunggu oleh presiden jam 10.00 WIB," sambungnya.

Mahfud mengaku belum mengetahui apa jabatan yang akan diberikan Jokowi kepadanya. Namun, ada sejumlah posisi yang disebut oleh Mahfud yaitu, Menkum HAM, Menag, dan Jaksa Agung.

"Tidak disebutkan (menteri apa). Kan banyak. Kalau dari cerita-cerita saya tadi dengan bapak presiden bisa di bidang hukum, bisa di politik, dan bisa di agama juga," kata Mahfud.

Dia mengaku kaget Jokowi sangat mengetahui latar belakangnya. Menurut Mahfud, Jokowi mengetahui betul posisi apa yang paling cocok untuknya.

"Saya tidak perlu nawar saya ingin apa, beliau tahu yang cocok untuk saya apa. Sehingga saya tidak perlu bertanya, beliau tahu saya tepatnya di mana," jelasnya.

Reporter: Lizsa Egeham (merdeka.com)

Baca juga:
Wishnutama Menerima Pinangan Jadi Menteri Jokowi
Nadiem Diminta Jadi Menteri Jokowi, Sejarah Baru Startup di Indonesia
Nadiem Makarim Jadi Menteri, Ini Calon Penggantinya Di Go-Jek
Nasihat Gus Mus ke Jokowi-Ma'ruf soal Tanggung Jawab Kekuasaan & Cara Memilih Menteri
Belum Diumumkan, Posisi Menteri yang Kosong Diisi Sekjen Kementerian
Giliran Kapolri Tito Karnavian Dipanggil Jokowi ke Istana

(mdk/did)