Djarot Beberkan Alasan PDIP Tak Usung Akhyar Nasution di Pilkada Medan

Djarot Beberkan Alasan PDIP Tak Usung Akhyar Nasution di Pilkada Medan
POLITIK | 25 Juli 2020 15:08 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Pelaksana tugas Ketua DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut), Djarot Saiful Hidayat membeberkan alasan PDIP tak mengusung Akhyar Nasution dalam Pilkada Medan. Menurut Djarot, PDIP melakukan seleksi ketat terhadap siapapun calon kepala daerah akan diusung salah satunya tak pernah terlibat dalam kasus hukum.

"Mereka yang memiliki persoalan hukum tidak akan pernah dicalonkan Partai. PDIP belajar dari kasus korupsi berjemaah yang dilakukan oleh mantan Gubernur Sumut yang diusung PKS, Gatot Pujo Nugroho yang melebar kemana-mana. Kasus korupsi yang melibatkan mantan Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldon dikhawatirkan memiliki konsekuensi hukum ke yang lain," ujar Djarot kepada wartawan, Sabtu (25/7).

Akhyar Nasution sendiri tercatat pernah diperiksa terkait dugaan penyelewengan anggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Kota Medan tahun 2020 senilai Rp 4,7 miliar. Menurut Djarot, hal itu pun menjadi alasan PDIP tak mencalonkan Akhyar di Pilkada Medan.

"Betapa bahayanya ketika MTQ saja ada dugaan disalahgunakan. Mungkin dengan bergabung ke Partai tersebut, yang bersangkutan ingin mencitrakan ‘katakan tidak pada korupsi’ yang pernah menjadi slogan Partai tersebut," ungkapnya.

Selain itu dugaan kasus tersebut, kata Djarot, pertimbangan PDIP lainnya terkait posisi Kota Medan sebagai salah satu sentral perekonomian di Sumatera.

"Pertimbangan yang komprehensif, strategi, dan obyektif sesuai harapan rakyat, menjadi landasan keputusan Partai. PDI Perjuangan juga membangun dialog dengan Partai koalisi pendukung Pak Jokowi," katanya.

Baca Selanjutnya: PDIP Jatuhkan Sanksi ke Akhyar...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami