Djarot sebut warga Sumut keras tapi jadi manis & baik jika bisa ambil hatinya

Djarot sebut warga Sumut keras tapi jadi manis & baik jika bisa ambil hatinya
Pengundian nomor urut Pilgub Sumut. ©2018 Merdeka.com/Yan M
POLITIK | 5 Mei 2018 20:57 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Debat publik pertama Pilgub Sumut 2018 antara pasangan nomor satu Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan pasangan nomor dua Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus digelar di Medan, Sabtu (5/5). Edy menanyakan Djarot terkait kearifan lokal sebagai prinsip tata kelola pemerintahan.

"Kearifan lokal basis dasar dalam pemecahan masalah. Budaya Sumut ini seimbang. Bisa berdialog seperti pertanahan. Berdialog ini implementasi dari sila keempat Pancasila. Saya yakin tak ada satupun masalah yang tak bisa diselesaikan dengan musyawarah. Terutama tanah adat," kata Djarot.

Menurut Edy, ada sekitar 500 hektar objek pariwisata di Danau Toba. Edy mengatakan ketua ada wajib dihadirkan dalam bermusyawarah.

"Saya akan laksanakan usulan pak Djarot jika saya jadi gubernur Sumut. Saya mendoakan saya yang jadi," jelas dia.

Menanggapi Edy, Djarot mengatakan kearifan Danau Toba dikelola 8 kabupaten. Gubernur, kata Djarot, gubernur harus turun untuk berdialog dengan ketua adat dan raja-raja.

"Warga Sumut ini memang keras, tapi kalau kita bisa ambil hatinya, warga Sumut itu manis dan baik hati," kata Djarot. (mdk/ded)

Baca juga:
Soal Tapanuli, Sihar tak setuju adanya pemekaran provinsi di Sumut
Djarot ajak publik pantau pengelolaan anggaran, Edy bentuk tim awasi kebocoran APBD
Terkait berantas korupsi, Sihar sebut atasan harus bersih terlebih dahulu
Edy ingin tingkatkan kualitas, Djarot pilih perampingan struktur ASN
Edy bahas revolusi martabat, Djarot cuma tahu revolusi mental

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami