DPW PAN DIY Sebut Elit Permalukan Amien Rais Jika Gabung Jokowi-Ma'ruf

POLITIK | 24 Mei 2019 08:05 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DIY, Nazaruddin meminta kepada para elit politik di Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAN agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan terkait kemungkinan bergabungnya PAN ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Nazaruddin menerangkan bahwa pernyataan segelintir elit PAN itu membuat kader PAN di daerah kecewa.

"Kami yang di daerah ini menerima banyak komplain dari kader, simpatisan, dan pemilih PAN. Mereka menyatakan PAN pengkhianat. Menyesal telah memilih PAN, dan kata-kata yang senada karena pernyataan dari elit DPP PAN tentang kemungkinan bergabung ke Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar Nazaruddin saat dihubungi, Jumat (24/5).

Nazaruddin menerangkan kekecewaan kader dan simpatisan PAN di daerah ini dipicu dari pernyataan Waketum PAN Viva Yoga Mauladi dan Bara Hasibuan tentang kemungkinan PAN merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Nazaruddin pun menilai pernyataan kedua tokoh elit PAN itu sebagai wujud pengkhianatan terhadap partai.

"Di tengah suasana rakyat yang bergerak menyuarakan kedaulatan rakyat yang diyakini telah dirampas oleh kecurangan. Dan di tengah upaya-upaya perjuangan BPN memperjuangkan keadilan hasil pemilu melalui berbagai saluran konstitusional, pernyataan tentang kemungkinan PAN merapat ke kubu 01 yang dimuat oleh media, dimata kader dan para pemilih PAN adalah pengkhianatan," tegas Nazaruddin.

Nazaruddin pun menuding pernyataan elit PAN tentang kemungkinan bergabung ke Jokowi-Ma'ruf Amin tidaklah menghormati sikap Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. Nazaruddin pun menilai para elit politik PAN yang ingin berkoalisi dengan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai upaya menikam Amien Rais dari belakang.

"Kalau dikomparasikan dengan sikap dan upaya politik yang sekarang ini sedang dilakukan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Prof. Amien Rais, elit-elit DPP itu telah mempermalukan dan menikam Pak Amien dari belakang," tuding Nazaruddin.

Nazaruddin menambahkan jika keinginan para elit di DPP PAN bergabung dengan Jokowi-Ma'ruf Amin ini adalah sebuah pragmatisme politik. Nazaruddin menyebut dukungan pada Prabowo-Sandiaga Uno merupakan keputusan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) PAN yang harus dihormati oleh semua pengurus, kader dan simpatisan PAN.

"DPW PAN DIY meminta kepada elit-elit DPP PAN untuk berhenti memamerkan syahwat pragmatisme politiknya. Keputusan mendukung pasangan Capres-Cawapes Prabowo-Sandiaga Uno diputuskan melalui forum Rakernas. Sikap politik PAN ke depan pasca Pilpres harus juga ditentukan melalui Rakernas dan harus merupakan keputusan seluruh jajaran PAN, DPP, DPW-DPW, dan DPD-DPD. Bukan hanya keputusan DPP," tutup Nazaruddin. (mdk/ded)

Baca juga:
Bertemu Jokowi, Zulkifli Hasan Tegaskan Tak Bahas Koalisi
Hari Ini, Jokowi Bertemu AHY & Zulkifli Hasan di Istana Bogor
PPP: Demokrat dan PAN Belum Jelas, Jangan-jangan Kita yang Kegeeran
Megawati Bicara Peluang PAN dan Demokrat Gabung Koalisi Jokowi
Selangkah Lagi PAN dan Demokrat Merapat ke Jokowi?
Ketum PAN Zulkifli Hasan: Kita Akui Kemenangan Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.