DPW PPP Jateng Akan Depak Kader yang Membelot ke Humprey Djemat

POLITIK | 28 November 2018 05:38 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah akan mendepak kadernya yang membelot dan diduga ikut bergabung bersama Humprey Djemat di PPP versi Muktamar Jakarta.

"Untuk kader PPP di Jateng sendiri ada dugaan satu, dua orang yang ikut di kubu Humprey. Mereka itu bekas pendukung Djan Faridz, yang pasti jika kader atau pengurus KTA akan dicabut," kata Ketua DPW PPP Masruhan Samsuri saat diwawancarai di kantornya, Selasa (27/11).

Masrukan menegaskan, langkah itu sesuai keputusan partainya karena mereka dianggap melakukan pelanggaran. PPP merasa dirugikan dengan munculnya dualisme jelang pemilihan umum.

"Jelas dirugikan karena Humprey telah melakukan pembohongan publik. Jadi sudah bisa ditebak kemunculan Humprey jelang Pilpres demi cari popularitas dukung partai petarung. Arahnya sudah terbaca," ujarnya.

Pengurus wilayah menunggu instruksi DPP terkait kembali munculnya isu dualisme. Masrukan meyakini kadernya di Jateng masih solid berada di bawah kepemimpinan Ketum PPP Romahurmuziy.

"Kita tunggu sikap DPP. Kalau mereka bersalah maka ditindak tegas," ujarnya.

Masrukan menuturkan, untuk meredam dualisme, pihaknya kerap mengkombinasikan dua kekuatan antara bekas pendukung Djan Faridz dengan kubu Romahurmurziy. Tujuannya untuk menggalang basis massa.

"Kami tetap solid dan tidak goyah. Kami selalu ada dialog. Tidak ada musuhan dan perpecahan," kata Masrukan.

Baca juga:
Dukung Prabowo-Sandi, PPP Muktamar Jakarta Sebut Ikuti Hasil Ijtima Ulama
Kubu Rommy sebut PPP Muktamar Jakarta Tak Punya Landasan Hukum, Cuma Caper
Gelar Mukernas, PPP versi Muktamar Jakarta dukung Prabowo-Sandi
PPP Muktamar Jakarta Putuskan Dukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019
PPP Djan Faridz akan Gelar Mukernas, Kubu Romi Ancam Pidanakan
PPP Kubu Djan Faridz Siap Gelar Mukernas

(mdk/noe)