Dua Capres Ditantang Jabarkan Program ke Akademisi

POLITIK | 12 Januari 2019 14:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Para paslon capres-cawapres dinilai kurang melibatkan akademisi dan kampus dalam membedah program. Peneliti Populi Center, Afrimadona, menantang timses atau capres berani membeberkan programnya lima tahun ke depan di kampus-kampus.

"Apabila dijajaki ke kampus-kampus bicara program? Siap? tanya Afrinoada pada dua wakil timses yang hadir pada diskusi di kawasan Thamrin, Sabtu (12/1).

Juru bicara Jokowi-Maruf, Zuhairi Misrawi, menyatakan pihaknya siap memenuhi tantangan itu. "Kami siap, silakan undangannya. Dengan senang hati kami akan datang ke kampus-kampus," katanya.

Sementara itu, jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak, menyatakan pihaknya juga dengan senang hati bertemu akademisi di kampus-kampus bila memang tidak melanggar aturan. "Kami justru senang dan tim kami juga melibatkan banyak akademisi," ucapnya.

Dahnil menilai ada cara untuk lebih tepat melibatkan akademisi dalam politik khususnya Pilpres.

"Kami sempat mengusulkan debat kandidat di kampus saja. Tapi dibilang nggak boleh di kampus. Kampus saya maksud bukan fisik, kalau nggak di kampus, kan bisa di luar kampus," jelas Dahnill.

Sementara itu, peneliti LIPI, Sri Nuryanti, mengatakan peran akademisi dalam proses politik di Indonesia kurang terlihat.

"Memang dengan hiruk-pikuk pilpres ini, terkait forum rektor dan akademisi memang tidak kelihatan. Tapi kalau dilihat dari artikel dan diskusi di kampus dan beberapa tempat, saya pikir banyak juga rekan-rekan yang masih melakukan fungsinya," sebut Nuryanti.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mengintip Persiapan Prabowo-Sandi Jelang Debat Perdana, Tim BPN Bentuk Tim 8
5 Hari Jelang Debat Perdana, Prabowo-Sandi Sudah Terima 20 Daftar Pertanyaan
Setelah Markas Pemenangan Diresmikan, Sandi Kembali Kampanye di Solo
KPU Sebut Penggantian Foto Capres Berbeda Dengan Revisi Visi-Misi

(mdk/lia)